10 Tempat Diving di Bali Terbaik dari Pemula hingga Pro 2026

Superadmin 23 September 2026 291 views
10 Tempat Diving di Bali Terbaik dari Pemula hingga Pro 2026

Tempat diving di Bali tersebar dari Tulamben, Amed, Nusa Penida hingga Menjangan. Simak spot terbaik, harga, scuba diving, freediving, kursus pemula, dan tips aman sebelum menyelam.

Bali, 8islandadventure.com - Tempat diving di Bali tersebar di sejumlah kawasan dengan karakter bawah laut yang berbeda, mulai dari bangkai kapal USAT Liberty di Tulamben, terumbu karang Amed, hingga perairan Nusa Penida yang dikenal dengan spot manta.

Bali juga tidak hanya menawarkan scuba diving untuk penyelam bersertifikat. Kamu bisa mencoba discover scuba diving, mengikuti kursus sertifikasi, belajar freediving, atau mengambil fun dive jika sudah memiliki sertifikat.

Harga diving di Bali pun cukup beragam. Pada 2026, sejumlah operator mencantumkan paket dua kali penyelaman mulai sekitar Rp850 ribu hingga Rp1,5 juta di beberapa kawasan, sementara perjalanan ke Nusa Penida atau Menjangan dapat memiliki biaya lebih tinggi karena membutuhkan boat dan transportasi tambahan.

Lalu, tempat diving mana yang paling cocok untuk kamu? Berikut panduan lengkapnya.

Tempat Diving Terbaik di Bali yang Bisa Kamu Pilih

Bali memiliki banyak lokasi diving, tetapi beberapa kawasan lebih dikenal karena karakter bawah laut dan fasilitas diving yang tersedia.

Tulamben dan Amed menjadi pilihan populer di Bali Timur, terutama untuk wreck diving, shore diving, macro photography, dan penyelam berbagai level. Nusa Penida menawarkan pengalaman berbeda dengan lokasi seperti Crystal Bay dan Manta Point, sedangkan Menjangan dikenal dengan terumbu karang dan dinding bawah lautnya.

Pemilihan lokasi sebaiknya tidak hanya berdasarkan popularitas. Level kemampuan, jenis penyelaman, waktu liburan, kondisi laut, dan lokasi hotel juga perlu diperhitungkan.

LokasiDaya tarik utamaCocok untuk
TulambenUSAT Liberty Wreck, Coral GardenPemula hingga berpengalaman
AmedReef, wall, macro, Japanese WreckPemula hingga advanced
Nusa PenidaManta Point, Crystal BayPenyelam berpengalaman
MenjanganWall diving dan coral reefPemula hingga advanced
Padang BaiReef, Blue Lagoon, macroBerbagai level
CandidasaDrift dan offshore divingPenyelam berpengalaman
PemuteranTerumbu karang dan konservasiPemula dan pecinta reef
SerayaMacro dan muck divingUnderwater photographer
SanurAkses mudah dari Bali SelatanPemula dan perjalanan singkat
Nusa LembonganDrift diving dan marine lifePenyelam berpengalaman

1. Tulamben: Tempat Diving di Bali untuk Wreck Diving

Tulamben merupakan salah satu kawasan yang paling sering masuk daftar tempat diving di Bali, terutama karena keberadaan USAT Liberty Wreck.

Bangkai kapal tersebut berada di dekat pantai sehingga penyelaman dapat dilakukan dari shore tanpa harus menggunakan boat untuk mencapai bangkai kapal. Situs resmi pariwisata Indonesia menyebut USAT Liberty sebagai salah satu spot utama Tulamben bersama Coral Garden dan Noisy Reefs.

USAT Liberty merupakan kapal milik Amerika Serikat yang terkena torpedo pada masa Perang Dunia II. Bangkai kapal kemudian menjadi habitat berbagai organisme laut dan kini tertutup oleh pertumbuhan karang.

Apa yang bisa dilihat di Tulamben?

Pengalaman diving di Tulamben tidak hanya berfokus pada bangkai kapal.

Di area sekitarnya terdapat berbagai habitat laut dengan ikan karang dan kehidupan makro. Beberapa penyelam juga datang untuk mencari nudibranch, moray eel, barracuda, lionfish, octopus, hingga berbagai spesies kecil yang menarik bagi underwater photographer.

Tulamben juga memiliki Coral Garden dan Drop-Off yang bisa menjadi pilihan jika kamu ingin melakukan lebih dari satu jenis penyelaman.

Apakah Tulamben cocok untuk pemula?

Tulamben dapat menjadi salah satu pilihan menarik untuk penyelam pemula karena terdapat sejumlah lokasi shore diving dan akses ke beberapa spot relatif mudah.

Namun, pemula tetap harus mengikuti batas kemampuan dan arahan instruktur.

Kondisi laut tidak selalu sama, dan setiap dive site memiliki karakteristik kedalaman, arus, serta tingkat kesulitan yang berbeda.

2. Amed: Tempat Scuba Diving di Bali dengan Banyak Pilihan Spot

Amed merupakan salah satu kawasan diving yang cukup lengkap di Bali Timur.

Keunggulannya bukan hanya satu dive site, tetapi banyak pilihan lokasi yang bisa disesuaikan dengan kemampuan dan minat penyelam.

Beberapa spot yang tercantum dalam informasi pariwisata resmi antara lain Bunutan Point, Amed Wall, dan Japanese Shipwreck. Bunutan Point dapat dicapai menggunakan perahu dari Pantai Amed, sementara Amed Wall berada lebih dekat dari pantai.

Kenapa banyak penyelam memilih Amed?

Amed menawarkan kombinasi reef diving, wall diving, macro diving, dan wreck diving.

Jemeluk Bay juga dikenal memiliki kondisi yang relatif bersahabat di sejumlah area serta kehidupan laut yang beragam. Informasi pariwisata Indonesia menyebut kawasan Amed memiliki terumbu karang, spons, kehidupan makro, serta sejumlah lokasi yang dapat dinikmati penyelam dengan tingkat pengalaman berbeda.

Amed juga cocok jika kamu ingin menginap beberapa hari dan melakukan beberapa kali penyelaman tanpa harus berpindah hotel.

Berapa harga diving di Amed?

Harga tergantung operator, jenis penyelaman, perlengkapan, transportasi, dan jumlah dive.

Sebagai gambaran 2026, salah satu operator Amed mencantumkan dua shore dives sekitar Rp1 juta, sementara operator lain mencantumkan dua shore dives sekitar Rp1,15 juta termasuk perlengkapan dan layanan tertentu. Ada pula paket boat diving dengan harga lebih tinggi.

Jadi, ketika membandingkan harga, jangan hanya melihat angka akhirnya.

Periksa apakah harga sudah mencakup:

Tank

Weight

Dive guide

Peralatan lengkap

Transportasi

Boat

Biaya lokal

Asuransi

Dokumentasi

3. Nusa Penida: Diving dengan Manta dan Pelagic

Nusa Penida menjadi salah satu nama yang paling dikenal ketika membahas tempat diving di Bali.

Kawasan ini memiliki sejumlah dive site seperti Crystal Bay, Manta Point, dan Malibu Point.

Daya tarik utamanya adalah peluang melihat biota laut berukuran besar, terutama manta ray di lokasi tertentu.

Namun, penting untuk memahami bahwa pertemuan dengan satwa liar tidak pernah bisa dijamin.

Apakah Nusa Penida cocok untuk pemula?

Jawabannya tidak bisa disamaratakan untuk semua dive site.

Nusa Penida memiliki kondisi arus yang dapat lebih menantang di beberapa lokasi. Karena itu, pemilihan spot harus disesuaikan dengan pengalaman penyelam dan kondisi laut pada hari penyelaman.

Untuk penyelam baru, jangan memilih dive site hanya karena ingin melihat manta atau objek tertentu.

Ikuti rekomendasi dive center dan instruktur mengenai lokasi yang sesuai dengan pengalamanmu.

Berapa harga diving Nusa Penida?

Nusa Penida biasanya membutuhkan biaya lebih tinggi dibandingkan shore diving di Tulamben atau Amed.

Salah satu daftar harga operator yang diperbarui pada 2026 mencantumkan dua dive di Nusa Penida sekitar Rp3 juta, sementara operator lain mencantumkan paket tiga dive ke area Manta sekitar Rp2,6 juta. Harga ini dapat berbeda karena titik keberangkatan, boat, perlengkapan, jumlah dive, dan fasilitas.

Karena itu, perhatikan apakah perjalanan tersebut berangkat dari Nusa Penida, Amed, Sanur, atau kawasan lain.

4. Menjangan: Tempat Diving di Bali untuk Pecinta Coral Reef

Menjangan berada di kawasan Bali Barat dan merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bali Barat.

Lokasi ini dikenal karena kehidupan terumbu karang dan dinding bawah lautnya. Informasi resmi pariwisata Indonesia menyebut Menjangan sebagai salah satu kawasan diving penting dengan visibilitas yang dapat sangat baik pada periode tertentu.

Dibandingkan Tulamben atau Amed, perjalanan menuju Menjangan membutuhkan waktu lebih panjang bagi wisatawan yang menginap di Bali Selatan.

Namun, hal tersebut justru bisa menjadi alasan untuk menjadikan Menjangan sebagai bagian dari itinerary khusus Bali Barat.

Apa daya tarik diving Menjangan?

Karakter utama Menjangan adalah wall diving dan ekosistem terumbu karang.

Kamu dapat menemukan berbagai jenis ikan karang dan organisme laut di sekitar dinding serta reef.

Jika kamu lebih tertarik pada coral reef dibandingkan wreck diving, Menjangan layak dipertimbangkan.

5. Padang Bai dan Blue Lagoon

Padang Bai merupakan kawasan lain yang dapat dipertimbangkan jika kamu mencari tempat diving di Bali Timur.

Beberapa operator menawarkan penyelaman di Blue Lagoon, Tanjung Jepun, dan area offshore lainnya.

Karakter dive site di kawasan ini cukup beragam. Kamu bisa menemukan reef, macro life, serta kondisi yang berbeda tergantung lokasi dan cuaca.

Siapa yang cocok diving di Padang Bai?

Padang Bai dapat menjadi pilihan bagi penyelam yang ingin mencoba beberapa jenis dive site tanpa harus pergi jauh ke Nusa Penida.

Namun, beberapa lokasi offshore memiliki karakter arus yang perlu diperhatikan.

Sebelum melakukan penyelaman, tanyakan kepada dive guide mengenai kondisi terkini dan tingkat kesulitan lokasi.

6. Pemuteran: Diving di Bali Barat yang Lebih Tenang

Pemuteran menawarkan pengalaman berbeda dari kawasan Bali Selatan.

Daerah ini dikenal dengan suasana yang lebih tenang serta aktivitas konservasi laut. Salah satu daya tariknya adalah proyek restorasi terumbu karang Biorock yang menjadi bagian dari ekowisata kawasan tersebut.

Pemuteran juga menjadi salah satu titik yang dapat digunakan untuk menjelajahi perairan sekitar Bali Barat dan menuju kawasan Menjangan.

Kenapa memilih Pemuteran?

Pemuteran cocok untuk wisatawan yang ingin menggabungkan diving dengan liburan yang lebih santai.

Kamu tidak harus menjadikan diving sebagai satu-satunya aktivitas. Pantai, konservasi, snorkeling, dan wisata alam sekitar juga dapat dimasukkan ke dalam itinerary.

7. Seraya: Tempat Diving Bagus di Bali untuk Macro Photography

Jika kamu menyukai fotografi bawah laut, Seraya di kawasan Tulamben patut masuk daftar.

Seraya dikenal sebagai salah satu kawasan muck diving yang menarik bagi penyelam yang senang mencari hewan-hewan kecil.

Beberapa jenis macro life yang dapat dijumpai di kawasan East Bali antara lain nudibranch, pygmy seahorse, cuttlefish, frogfish, dan berbagai jenis crustacean.

Mengapa macro diving berbeda?

Macro diving bukan tentang mencari hewan terbesar.

Justru sebaliknya, penyelam menghabiskan waktu untuk menemukan objek kecil yang sering sulit terlihat.

Karena itu, dive dengan tujuan fotografi macro biasanya membutuhkan kesabaran lebih tinggi.

Kamu mungkin menghabiskan beberapa menit di satu area hanya untuk menemukan satu hewan berukuran kecil.

8. Candidasa: Pilihan untuk Penyelam Berpengalaman

Candidasa dan kawasan offshore di sekitarnya menawarkan jenis penyelaman yang berbeda.

Beberapa dive site berada di sekitar pulau-pulau kecil dan memiliki karakter arus yang perlu diperhatikan.

Salah satu daftar harga operator Amed mencantumkan area Candidasa seperti Blue Lagoon, Jepun, Gili Tepekong, Gili Mimpang, dan Gili Biaha sebagai paket boat diving.

Karena karakter lokasi offshore dapat lebih menantang, pemilihan dive site sebaiknya mengikuti rekomendasi instruktur atau dive guide.

9. Sanur: Tempat Belajar Diving yang Praktis

Sanur bukan hanya titik keberangkatan menuju berbagai destinasi wisata laut.

Kawasan ini juga memiliki operator diving dan dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang tinggal di Bali Selatan.

Keuntungan terbesar Sanur adalah akses.

Kamu tidak harus langsung menginap di Bali Timur untuk mulai belajar diving.

Namun, jika tujuanmu adalah melakukan banyak fun dives di kawasan Tulamben atau Amed, menginap lebih dekat dengan lokasi penyelaman biasanya lebih efisien.

10. Nusa Lembongan: Alternatif Diving di Sekitar Bali

Nusa Lembongan dan perairan sekitarnya juga menjadi bagian dari kawasan wisata selam Bali.

Lokasinya berdekatan dengan Nusa Penida dan dapat dimasukkan ke dalam perjalanan diving beberapa hari.

Karakter perairan di kawasan ini membuat pengalaman diving bisa berbeda dari shore diving di Tulamben.

Untuk penyelam yang sudah memiliki pengalaman, perjalanan ke Nusa Lembongan dapat menjadi alternatif untuk memperluas eksplorasi bawah laut di sekitar Bali.

Tempat Scuba Diving di Bali untuk Pemula

Jika kamu belum pernah menyelam sama sekali, jangan langsung memilih dive site berdasarkan foto bawah laut.

Langkah pertama adalah menentukan apakah kamu ingin mencoba satu kali penyelaman atau langsung mengambil kursus sertifikasi.

Discover Scuba Diving atau Try Scuba biasanya ditujukan untuk orang yang ingin mencoba pengalaman bernapas menggunakan regulator dan melakukan penyelaman dengan instruktur tanpa mengambil sertifikasi penuh.

Beberapa operator Amed pada 2026 menawarkan discover scuba diving mulai sekitar Rp1 juta untuk satu kali shore dive, sedangkan paket dua dive bisa berada di kisaran Rp1,4 juta–Rp1,45 juta tergantung operator dan fasilitas.

Apakah harus bisa berenang?

Kemampuan berenang tetap penting dalam aktivitas scuba diving.

Namun, persyaratan detail dapat berbeda berdasarkan program dan standar operator atau lembaga sertifikasi.

Jika kamu belum percaya diri di air, sampaikan kondisi tersebut saat mendaftar.

Instruktur dapat menentukan apakah program tertentu sesuai atau membutuhkan persiapan tambahan.

Tempat Belajar Diving di Bali

Bali memiliki banyak dive center yang menyediakan program untuk pemula hingga penyelam berpengalaman.

Amed dan Tulamben merupakan dua kawasan yang praktis untuk belajar karena tersedia berbagai dive site serta fasilitas pelatihan.

Beberapa dive center yang terdaftar pada jaringan PADI di Amed dan Tulamben menawarkan Discover Scuba Diving dan kursus sertifikasi, termasuk program untuk level pemula hingga profesional.

Kursus Open Water

Open Water Diver merupakan salah satu jalur umum bagi orang yang ingin mendapatkan sertifikasi scuba diving.

Salah satu operator di Amed pada 2026 mencantumkan PADI Open Water Diver selama tiga hingga empat hari dengan harga sekitar US$350, termasuk teori, latihan confined water, dan empat penyelaman. Harga aktual dapat berbeda antaroperator dan sistem sertifikasi.

Jangan memilih kursus hanya berdasarkan harga.

Periksa juga:

Rasio siswa dan instruktur

Kondisi peralatan

Fasilitas latihan

Materi teori

Jumlah sesi praktik

Standar sertifikasi

Ukuran kelompok

Pengalaman instruktur

Prosedur keselamatan

Tempat Free Diving di Bali

Free diving berbeda dengan scuba diving.

Pada freediving, penyelam menahan napas dan tidak menggunakan tabung udara.

Aktivitas ini membutuhkan teknik pernapasan, kontrol tubuh, equalization, serta kemampuan mengelola respons tubuh ketika berada di dalam air.

Bali memiliki komunitas dan operator yang menyediakan pelatihan freediving, tetapi lokasi latihan sebaiknya dipilih berdasarkan kondisi air dan level kemampuan.

Apakah pemula bisa belajar freediving?

Bisa, tetapi sebaiknya tidak belajar sendirian.

Freediving memiliki risiko khusus yang berbeda dari scuba diving.

Pelatihan dengan instruktur dan sistem buddy sangat penting, terutama ketika mulai mempelajari penyelaman yang lebih dalam.

Jangan melakukan latihan breath-hold atau depth training sendirian.

Berapa Harga Diving di Bali?

Harga diving di Bali sangat tergantung pada lokasi dan jenis aktivitas.

Untuk fun dive, biaya biasanya berbeda antara shore dive, boat dive, night dive, dan perjalanan ke pulau.

Sebagai gambaran dari daftar harga operator 2026, dua shore dives di Amed atau Tulamben dapat berada sekitar Rp900 ribu–Rp1,15 juta pada sejumlah operator. Operator lain mencantumkan dua dive sekitar Rp1 juta, sementara paket Nusa Penida atau Menjangan bisa mencapai Rp2 juta–Rp3 juta atau lebih karena faktor transportasi dan boat.

Berikut gambaran sederhananya:

AktivitasKisaran harga referensi 2026
1 shore diveSekitar Rp850 ribu–Rp1 juta
2 shore divesSekitar Rp900 ribu–Rp1,5 juta
3 divesSekitar Rp1,5 juta–Rp2 juta
Night diveSekitar Rp700 ribu–Rp900 ribu
Discover ScubaSekitar Rp1 juta–Rp1,5 juta
Nusa PenidaSekitar Rp2 juta–Rp3 juta+
Menjangan day tripSekitar Rp2 juta–Rp2,5 juta+
Open Water courseMulai beberapa juta rupiah

Angka tersebut hanya sebagai referensi dari daftar operator yang tersedia pada 2026. Harga dapat berubah berdasarkan lokasi, peralatan, jumlah peserta, transportasi, biaya lokal, sertifikasi, dan kurs mata uang.

Kapan Waktu Terbaik untuk Diving di Bali?

Tidak ada satu periode yang secara mutlak menjadi waktu terbaik untuk semua lokasi diving Bali.

Kondisi setiap kawasan dapat berbeda.

Informasi pariwisata Indonesia menyebut sejumlah dive site East Bali memiliki periode visibilitas dan kondisi yang berbeda, sementara Nusa Penida dapat dikunjungi sepanjang tahun dengan periode tertentu yang lebih menarik untuk pelagic atau manta.

Karena itu, jangan hanya memilih tanggal berdasarkan kalender.

Periksa kondisi laut, arus, cuaca, visibilitas, dan rekomendasi dive center menjelang hari penyelaman.

Apa yang Harus Dibawa Saat Diving?

Peralatan utama biasanya disediakan oleh dive center, terutama jika kamu menyewa paket lengkap.

Namun, beberapa barang pribadi tetap berguna:

Baju renang

Rash guard atau pakaian pelindung

Handuk

Dry bag

Air minum

Sunscreen

Obat pribadi

Sertifikat diving jika sudah memiliki

Logbook jika diperlukan

Kamera underwater jika tersedia

Jika kamu membawa kamera, pastikan kamu tetap mampu mengontrol buoyancy dan tidak mengabaikan lingkungan sekitar hanya untuk mendapatkan foto.

Tips Memilih Dive Center di Bali

Memilih dive center sama pentingnya dengan memilih dive site.

Sebelum booking, cek beberapa hal berikut.

1. Periksa sertifikasi dan standar pelatihan

Jika mengambil kursus, pastikan program tersebut jelas lembaga sertifikasinya.

Untuk penyelam bersertifikat, pilih operator yang dapat memberikan informasi mengenai dive guide dan prosedur keselamatan.

2. Tanyakan rasio guide dan diver

Kelompok yang terlalu besar bisa membuat pengalaman kurang personal.

Beberapa dive center di Bali bahkan menawarkan kelompok kecil untuk kursus dan fun dive.

3. Periksa kondisi peralatan

Tanyakan kapan peralatan terakhir diperiksa atau diservis.

Peralatan seperti regulator, BCD, mask, fins, dan dive computer harus berada dalam kondisi layak.

4. Pastikan biaya sudah jelas

Tanyakan apakah harga sudah termasuk:

Tank

Weight

Equipment

Dive guide

Transport

Boat

Entrance fee

Local fee

Insurance

Nitrox

Dengan begitu, kamu tidak mendapatkan biaya tambahan yang tidak terduga.

Tips Keselamatan Diving di Bali

Diving bukan aktivitas yang sebaiknya dilakukan tanpa persiapan.

Beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan:

Jangan menyelam jika kondisi tubuh sedang tidak fit.

Ikuti briefing sebelum masuk air.

Jangan melebihi batas sertifikasi dan pengalaman.

Periksa peralatan sebelum menyelam.

Gunakan buddy system.

Pantau tekanan tank.

Perhatikan kedalaman.

Lakukan ascent sesuai prosedur pelatihan.

Jangan menyentuh kehidupan laut.

Jangan berdiri di atas terumbu karang.

Jangan mengejar satwa laut.

Ikuti arahan dive guide.

Jangan memaksakan penyelaman ketika kondisi laut memburuk.

Jika kamu baru belajar diving, jangan mencoba mengikuti penyelam berpengalaman ke lokasi yang tingkat kesulitannya melebihi kemampuanmu.

Diving dan Konservasi Laut

Menikmati dunia bawah laut juga berarti ikut menjaganya.

Terumbu karang merupakan ekosistem yang sensitif. Kontak dengan fins, tangan, atau peralatan dapat merusak organisme yang membutuhkan waktu lama untuk tumbuh.

Saat diving:

Jaga buoyancy.

Jangan menyentuh karang.

Jangan mengambil biota laut.

Jangan memberi makan satwa tanpa alasan konservasi yang jelas.

Jangan membuang sampah.

Gunakan operator yang memperhatikan praktik wisata berkelanjutan.

Pemuteran, misalnya, dikenal dengan proyek restorasi terumbu karang Biorock yang menjadi salah satu bagian dari aktivitas ekowisata kawasan tersebut.

Tempat Diving di Bali Mana yang Cocok untuk Kamu?

Pemilihan dive site akan lebih mudah jika disesuaikan dengan tujuan perjalanan.

Jika kamu baru mulai belajar scuba diving, Amed dan Tulamben memiliki banyak pilihan program pemula dan dive site yang relatif mudah diakses.

Jika kamu ingin melihat kapal karam, Tulamben dengan USAT Liberty menjadi salah satu pilihan yang paling jelas.

Jika kamu menyukai macro photography, Seraya dan beberapa kawasan Amed-Tulamben menarik untuk dipertimbangkan.

Jika tujuanmu melihat manta, Nusa Penida memiliki Manta Point dan sejumlah lokasi lain, tetapi kondisi alam menentukan apakah satwa tersebut akan terlihat.

Jika kamu menyukai coral reef dan wall diving, Menjangan menjadi salah satu kawasan yang layak dipertimbangkan.

Sementara jika kamu ingin suasana yang lebih tenang, Pemuteran dapat menjadi alternatif untuk menggabungkan diving dengan wisata alam dan konservasi.

Scuba Diving, Freediving, atau Snorkeling?

Ketiganya sama-sama berhubungan dengan aktivitas bawah laut, tetapi teknik dan kebutuhan keselamatannya berbeda.

Scuba diving menggunakan tabung udara sehingga penyelam dapat bernapas di bawah air dalam durasi tertentu.

Freediving mengandalkan satu tarikan napas dan membutuhkan latihan khusus untuk breath-hold, equalization, dan kontrol tubuh.

Snorkeling dilakukan terutama di permukaan menggunakan masker dan snorkel.

Jika kamu baru pertama kali mencoba aktivitas bawah laut, snorkeling atau Discover Scuba dapat menjadi pengenalan, tergantung kemampuan dan kondisi kamu.

Jika ingin mendapatkan sertifikasi, kamu dapat mengambil kursus scuba diving.

Jika tertarik dengan kemampuan menahan napas dan penyelaman tanpa tabung, pilih pelatihan freediving dengan instruktur yang kompeten.

Kesimpulan

Tempat diving di Bali menawarkan pilihan yang sangat beragam, mulai dari wreck diving di Tulamben, reef dan macro diving di Amed, hingga pengalaman melihat manta di Nusa Penida dan wall diving di Menjangan.

Tulamben cocok dipertimbangkan jika kamu tertarik dengan USAT Liberty dan shore diving. Amed menawarkan banyak pilihan spot dan menjadi salah satu kawasan yang praktis untuk belajar diving maupun melakukan fun dive. Nusa Penida menawarkan pengalaman berbeda dengan karakter arus dan pelagic yang perlu diperhatikan, sedangkan Menjangan menarik bagi pencinta terumbu karang.

Untuk kamu yang belum memiliki sertifikat, tersedia pilihan Discover Scuba dan kursus Open Water di sejumlah dive center. Sementara penyelam bersertifikat dapat memilih fun dive berdasarkan pengalaman, jenis dive site, dan kondisi laut.

Harga diving di Bali pada 2026 juga cukup bervariasi. Shore diving di Amed dan Tulamben dapat berada di kisaran sekitar Rp900 ribu hingga Rp1,5 juta untuk dua penyelaman pada sejumlah operator, sedangkan perjalanan ke Nusa Penida atau Menjangan dapat mencapai Rp2 juta–Rp3 juta atau lebih.

Jadi, jangan memilih tempat diving hanya berdasarkan foto atau harga paling murah.

Pertimbangkan level kemampuan, jenis dive yang ingin dilakukan, kondisi laut, kualitas dive center, fasilitas keselamatan, dan waktu perjalanan. Dengan begitu, pengalaman diving di Bali bukan hanya indah di foto, tetapi juga nyaman, aman, dan sesuai dengan kemampuanmu.

Tags: Bali

Related Posts

Search