Taman Ujung Bali adalah bekas taman kerajaan Karangasem yang terkenal dengan kolam, jembatan dan arsitektur unik. Cek sejarah, tiket, jam buka dan tips berkunjung.
Bali, 8islandadventure.com - Taman Ujung Bali adalah taman kerajaan bersejarah di Tumbu, Kabupaten Karangasem, yang dikenal dengan kolam luas, jembatan, bangunan bergaya Bali-Eropa-Tiongkok, serta panorama laut dan perbukitan. Tempat ini juga dikenal dengan nama Taman Soekasada Ujung atau Taman Sukasada dan menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Bali Timur.
Selain nilai sejarahnya, Taman Ujung menarik karena lanskapnya yang luas dan fotogenik. Pengunjung bisa berjalan di antara kolam dan bangunan peninggalan kerajaan, naik ke area yang lebih tinggi untuk melihat Pantai Ujung dan Bukit Bisbis, atau menjadikannya salah satu lokasi foto prewedding.
Sebelum berangkat, ada beberapa informasi penting yang perlu kamu tahu, terutama mengenai sejarah, lokasi, tiket masuk, jam buka, fasilitas, rute perjalanan dan perbedaannya dengan Tirta Gangga. Berikut panduan lengkapnya.
Apa itu Taman Ujung Bali?
Taman Ujung Bali adalah kompleks taman air peninggalan Kerajaan Karangasem yang berada di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Nama lain yang sering digunakan adalah Taman Soekasada Ujung, Taman Sukasada, dan Ujung Water Palace.
Berbeda dengan waterpark modern, tempat ini merupakan kompleks taman kerajaan dengan kolam, jembatan, bangunan peristirahatan, taman dan lanskap yang dirancang sebagai bagian dari lingkungan istana.
Indonesia Travel menyebut Taman Ujung sebagai taman Kerajaan Karangasem yang dibangun pada 1909. Destinasi ini juga dikenal karena perpaduan arsitektur Bali, Eropa dan Tiongkok.
Karena itu, pengalaman utama di Taman Ujung bukan berenang, melainkan menikmati sejarah, arsitektur, lanskap dan pemandangan alam.
Di mana lokasi Taman Ujung Bali?
Taman Ujung berada di Jalan Taman Ujung, Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.
Lokasinya berada di bagian timur Pulau Bali dan tidak jauh dari kawasan Amlapura. Posisi ini membuat Taman Ujung cocok dimasukkan ke dalam itinerary wisata Bali Timur bersama Tirta Gangga, Candidasa, Amed atau destinasi Karangasem lainnya.
Alamat yang bisa kamu jadikan patokan:
Jalan Taman Ujung
Desa Tumbu
Kecamatan Karangasem
Kabupaten Karangasem
Bali, Indonesia
Dari pusat Denpasar, perjalanan menuju Taman Ujung membutuhkan waktu cukup panjang. Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam informasi wisatanya pernah mencatat jarak sekitar 70 kilometer dari Denpasar dengan waktu perjalanan sekitar dua jam, tergantung kondisi jalan.
Karena lalu lintas Bali dapat berubah cukup signifikan, jangan menjadikan estimasi tersebut sebagai patokan mutlak ketika kamu memiliki jadwal penerbangan atau agenda lain.
Taman Ujung buka jam berapa?
Informasi terbaru yang tersedia menunjukkan Taman Ujung umumnya buka sekitar pukul 07.00 hingga 19.00 WITA setiap hari. Indonesia Travel mencantumkan jam operasional 07.00–19.00 WITA, sementara beberapa sumber perjalanan terbaru mencatat rentang yang sedikit lebih pendek hingga pukul 18.00.
Perbedaan informasi ini menjadi alasan penting untuk mengecek kembali jam operasional sebelum berangkat, terutama jika kamu datang menjelang sore.
Jam buka Taman Ujung
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Jam buka yang banyak tercantum | 07.00 WITA |
| Jam tutup yang tercantum | Sekitar 18.00–19.00 WITA |
| Hari kunjungan | Umumnya setiap hari |
| Waktu kunjungan ideal | Sekitar 1–2 jam |
Sumber perjalanan terbaru memperkirakan waktu kunjungan sekitar 60–90 menit. Namun, kamu bisa menghabiskan waktu lebih lama jika ingin berfoto, menjelajahi seluruh area atau menikmati pemandangan dari bagian atas.
Tiket masuk Taman Ujung Bali 2026
Tiket masuk Taman Ujung mengalami perubahan dari waktu ke waktu sehingga informasi lama di internet cukup beragam.
Data perjalanan yang diperbarui untuk 2025–2026 mencantumkan tarif sekitar Rp35.000 untuk wisatawan domestik dewasa dan Rp100.000 untuk wisatawan mancanegara dewasa. Anak-anak usia tertentu tercatat sekitar Rp25.000 untuk domestik dan Rp75.000 untuk wisatawan asing.
Berikut gambaran tarif yang saat ini banyak dicantumkan:
| Kategori | Tarif yang tercatat |
|---|---|
| Dewasa domestik | Rp35.000 |
| Anak domestik usia 6–12 tahun | Rp25.000 |
| Dewasa mancanegara | Rp100.000 |
| Anak mancanegara usia 6–12 tahun | Rp75.000 |
| KTP Bali/pelajar | Sekitar Rp25.000 |
| Foto prewedding domestik | Sekitar Rp1.100.000 |
| Foto prewedding mancanegara | Sekitar Rp2.200.000 |
Tarif tersebut perlu dianggap sebagai informasi terkini yang dapat berubah, bukan harga permanen. Beberapa sumber lama masih menampilkan harga Rp10.000–Rp25.000 sehingga kurang tepat jika digunakan sebagai patokan untuk kunjungan 2026.
Jika kamu berkunjung khusus untuk pemotretan, pastikan menanyakan biaya fotografi atau izin penggunaan lokasi sebelum melakukan sesi foto.
Sejarah Taman Ujung Karangasem Bali
Sejarah Taman Ujung cukup panjang dan berkaitan erat dengan Kerajaan Karangasem.
Kompleks ini pada awalnya tidak langsung berbentuk seperti taman yang sekarang. Bagian awalnya berupa Kolam Dirah yang dibangun pada 1901 pada masa pemerintahan Raja Karangasem. Kolam tersebut kemudian dikembangkan menjadi taman kerajaan.
Pada 1909, Raja Karangasem memerintahkan pengembangan kawasan tersebut menjadi tempat peristirahatan kerajaan. Dalam proses pembangunannya terdapat kontribusi arsitek Belanda Van Den Hentz, arsitek Tiongkok Loto Ang, serta undagi atau tenaga ahli arsitektur tradisional Bali.
Perpaduan berbagai latar budaya tersebut menjadi salah satu alasan mengapa arsitektur Taman Ujung terlihat berbeda dari taman kerajaan Bali lainnya.
Kolam Dirah menjadi awal Taman Ujung
Kolam Dirah merupakan salah satu bagian paling awal dari sejarah kompleks ini.
Penelitian mengenai taman kerajaan Karangasem mencatat bahwa Kolam Dirah yang dibuat pada 1901 kemudian menjadi dasar pengembangan Taman Sukasada. Kompleks taman kemudian berkembang melalui beberapa tahap pembangunan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga membentuk lanskap yang lebih lengkap.
Nama Taman Sukasada juga digunakan dalam berbagai sumber sejarah dan pemerintahan daerah.
Perpaduan arsitektur Bali, Eropa dan Tiongkok
Salah satu karakter paling menarik dari Taman Ujung adalah perpaduan arsitekturnya.
Unsur Bali terlihat pada tata ruang dan elemen tradisional, sementara pengaruh Eropa dan Tiongkok terlihat pada sejumlah bentuk bangunan dan detail arsitektur.
Kajian arsitektur mengenai Taman Sukasada mencatat keterlibatan Van Den Hentz, Loto Ang, undagi Bali dan tenaga teknis lainnya dalam perkembangan kompleks tersebut.
Karena itu, Taman Ujung bukan hanya taman dengan kolam, tetapi juga merupakan contoh pertemuan berbagai pengaruh budaya dalam sejarah arsitektur Bali.
Taman Ujung sempat rusak akibat letusan Gunung Agung
Taman Ujung mengalami masa sulit dalam sejarahnya.
Pada 1963, letusan Gunung Agung dan gempa yang menyertainya menyebabkan kerusakan besar di kawasan Taman Ujung. Setelah itu, kompleks tersebut sempat mengalami kondisi terbengkalai.
Kerusakan tidak hanya terjadi akibat aktivitas Gunung Agung. Sumber sejarah arsitektur juga mencatat kerusakan lanjutan akibat gempa bumi pada 1976.
Kondisi tersebut membuat sejumlah bagian kompleks mengalami kerusakan dan membutuhkan upaya pemugaran.
Taman Ujung dibangun kembali
Upaya pemugaran dilakukan secara bertahap.
Pemerintah Kabupaten Karangasem dan keluarga Puri Karangasem kemudian terlibat dalam proses perbaikan kawasan. Setelah melalui berbagai tahap pemulihan, Taman Ujung kembali dapat dinikmati wisatawan pada 2003.
Proses pemugaran menjadi bagian penting dari perjalanan Taman Ujung sebagai situs sejarah sekaligus destinasi wisata.
Karena itu, bangunan yang kamu lihat sekarang merupakan hasil pemulihan dan perawatan dari kompleks bersejarah yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup berat.
Apa saja yang menarik di Taman Ujung?
Daya tarik utama Taman Ujung berada pada kombinasi antara kolam, bangunan kerajaan, taman dan panorama alam.
Kompleksnya memiliki lanskap luas dengan beberapa kolam dan bangunan yang terhubung oleh jembatan.
Dari sejumlah titik yang lebih tinggi, pengunjung dapat melihat area taman sekaligus panorama laut dan perbukitan.
Kolam dan jembatan
Kolam menjadi elemen paling mudah dikenali dari Taman Ujung.
Bangunan-bangunan di tengah atau sekitar kolam dihubungkan dengan jembatan sehingga menciptakan lanskap yang cukup berbeda dari taman wisata biasa.
Pantulan bangunan dan pepohonan pada permukaan air juga menjadi salah satu alasan tempat ini populer untuk fotografi.
Bale Kambang
Salah satu bangunan yang menarik adalah Bale Kambang atau bangunan peristirahatan yang berada di area kolam.
Konsep bangunan yang berhubungan langsung dengan lanskap air memperkuat karakter Taman Ujung sebagai water palace.
Bale Gili
Bale Gili merupakan salah satu bangunan yang berada dalam kompleks Taman Ujung.
Bangunan-bangunan semacam ini dahulu berkaitan dengan aktivitas dan fungsi kerajaan, bukan sekadar dibuat sebagai dekorasi wisata.
Area dengan pilar tinggi
Salah satu spot yang sering menjadi perhatian pengunjung adalah area tinggi dengan deretan pilar tanpa atap.
Dari tempat ini, kamu bisa mendapatkan panorama yang lebih luas.
Indonesia Travel menyebut dari bagian tinggi tersebut pengunjung dapat melihat Pantai Ujung dan Bukit Bisbis.
Taman Ujung cocok untuk foto?
Ya.
Taman Ujung merupakan salah satu destinasi Karangasem yang sangat fotogenik.
Kombinasi kolam, jembatan, bangunan klasik, taman, bukit dan laut membuat banyak sudut yang menarik untuk fotografi.
Beberapa ide foto yang bisa kamu coba:
foto di jembatan;
foto dengan latar kolam;
foto arsitektur bangunan;
foto dari area pilar;
foto dengan panorama laut;
foto keluarga;
foto pasangan;
foto lanskap taman.
Namun, jangan mengganggu pengunjung lain dan tetap mengikuti aturan pengelola ketika menggunakan peralatan fotografi profesional.
Taman Ujung untuk prewedding
Taman Ujung juga dikenal sebagai salah satu lokasi foto prewedding di Bali.
Lanskap kolam dan bangunan klasik memberikan nuansa yang berbeda dari lokasi foto pantai atau vila.
Sumber tarif terbaru mencantumkan biaya sesi prewedding sekitar Rp1.100.000 untuk domestik dan Rp2.200.000 untuk mancanegara.
Namun, angka tersebut sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pengelola sebelum sesi foto karena tarif dapat berubah dan mungkin terdapat ketentuan khusus mengenai kru, peralatan, waktu dan area yang dapat digunakan.
Tips prewedding di Taman Ujung
Jika kamu berencana melakukan prewedding, perhatikan beberapa hal berikut:
Hubungi pengelola sebelum datang.
Pastikan tarif dan izin fotografi.
Tanyakan area yang diperbolehkan.
Konfirmasi jumlah kru yang diperbolehkan.
Datang sesuai jadwal yang ditentukan.
Jangan mengganggu wisatawan lain.
Siapkan perlengkapan cadangan jika cuaca berubah.
Karena sebagian permukaan kompleks bisa licin ketika basah, pemilihan alas kaki juga penting bagi pasangan dan kru.
Apakah Taman Ujung sama dengan Tirta Gangga?
Tidak.
Taman Ujung dan Tirta Gangga sama-sama merupakan peninggalan Kerajaan Karangasem dan sama-sama memiliki unsur taman air, tetapi keduanya berada di lokasi berbeda.
Taman Ujung berada di Tumbu, Kecamatan Karangasem.
Sementara Tirta Gangga berada di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Indonesia Travel mencatat Tirta Gangga sebagai bekas istana air Kerajaan Karangasem yang pembangunannya dimulai pada 1946 dan berlanjut hingga akhir dekade 1940-an.
Dengan kata lain, keduanya bukan satu tempat.
Taman Ujung dan Tirta Gangga mana yang lebih dulu?
Dari sisi sejarah pembangunan, Taman Ujung memiliki akar yang lebih awal.
Kolam Dirah yang menjadi cikal bakal Taman Ujung dibangun pada 1901, kemudian dikembangkan pada 1909. Sementara pembangunan Tirta Gangga dimulai pada 1946.
Keduanya kemudian menjadi bagian penting dari warisan arsitektur dan taman air Kerajaan Karangasem.
Karena jaraknya masih memungkinkan untuk dikombinasikan dalam itinerary Bali Timur, wisatawan sering memasukkan kedua tempat tersebut dalam satu perjalanan.
Taman Ujung atau Tirta Gangga?
Keduanya memiliki karakter berbeda.
Taman Ujung lebih menonjolkan taman kerajaan, kolam luas, bangunan klasik, jembatan dan panorama laut.
Tirta Gangga lebih dikenal dengan taman air, kolam, patung, mata air dan elemen air yang lebih dominan.
Kalau kamu suka sejarah arsitektur dan lanskap yang luas, Taman Ujung menawarkan pengalaman yang berbeda.
Jika ingin melihat kompleks taman air dengan kolam yang menjadi elemen utama, Tirta Gangga bisa menjadi pilihan berikutnya.
Tidak ada keharusan memilih salah satu. Jika memiliki waktu cukup, keduanya bisa dikunjungi dalam satu perjalanan.
Waktu terbaik mengunjungi Taman Ujung
Pagi hari menjadi salah satu waktu yang nyaman untuk berkunjung.
Udara biasanya belum terlalu panas dan cahaya pagi dapat membuat lanskap taman terlihat menarik untuk fotografi.
Sore juga bisa menjadi pilihan, tetapi kamu perlu memperhatikan waktu tutup dan posisi matahari.
Jika tujuan utama adalah foto, datang terlalu siang bisa membuat cuaca terasa lebih panas karena sebagian area taman cukup terbuka.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan?
Rata-rata wisatawan dapat menghabiskan sekitar 60–90 menit untuk berjalan-jalan dan berfoto.
Namun, kamu bisa menyediakan sekitar dua jam jika ingin menikmati kawasan secara santai.
Jika Taman Ujung hanya menjadi salah satu bagian itinerary Bali Timur, sekitar 1,5 jam dapat dijadikan patokan awal.
Cara menuju Taman Ujung Bali
Taman Ujung dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan sewaan atau layanan transportasi dengan sopir.
Jika berangkat dari kawasan Bali Selatan, perjalanan cukup panjang sehingga sebaiknya berangkat pagi.
Dari Denpasar, informasi pemerintah Kabupaten Karangasem pernah mencatat waktu tempuh sekitar dua jam untuk jarak sekitar 70 kilometer, meskipun kondisi aktual dapat berbeda.
Dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, waktu perjalanan dapat lebih panjang karena harus menyeberangi sebagian besar kawasan Bali menuju timur.
Karena itu, Taman Ujung lebih cocok dimasukkan dalam itinerary Bali Timur daripada dikunjungi sebagai perjalanan singkat dari Kuta.
Rekomendasi itinerary Bali Timur
Jika kamu ingin mengunjungi beberapa destinasi dalam satu hari, Taman Ujung dapat digabungkan dengan tempat wisata lain di Karangasem.
Salah satu pola perjalanan yang memungkinkan adalah:
Rute 1
Pura Lempuyang → Tirta Gangga → Taman Ujung → Candidasa
Rute ini cocok jika kamu berangkat sangat pagi dan memiliki kendaraan atau sopir pribadi.
Rute 2
Tirta Gangga → Taman Ujung → Pantai Virgin → Candidasa
Pilihan ini lebih fokus pada kawasan Karangasem bagian timur.
Rute 3
Taman Ujung → Pantai Ujung → Amlapura → Candidasa
Pilihan ini lebih santai jika kamu tidak ingin mengejar terlalu banyak destinasi.
Jangan memasukkan terlalu banyak objek wisata jika waktu perjalanan dari Bali Selatan terbatas.
Fasilitas di Taman Ujung
Sebagai destinasi wisata yang sudah lama dikenal, Taman Ujung memiliki sejumlah fasilitas pendukung.
Fasilitas yang dapat kamu temukan antara lain:
area parkir;
toilet;
tempat istirahat;
area taman;
bangunan bersejarah;
area foto;
akses menuju beberapa bagian taman.
Ketersediaan fasilitas dapat berubah mengikuti pengelolaan dan kondisi kawasan.
Jika kamu membawa anak-anak atau lansia, perhatikan juga jumlah tangga dan permukaan jalan di beberapa bagian kompleks.
Tips berkunjung ke Taman Ujung
Supaya kunjungan lebih nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu siapkan.
1. Datang pagi
Pagi hari biasanya lebih nyaman untuk berjalan-jalan dan berfoto.
2. Gunakan alas kaki nyaman
Area taman cukup luas dan kamu akan banyak berjalan.
3. Bawa air minum
Cuaca Karangasem bisa cukup panas, terutama ketika matahari sudah tinggi.
4. Gunakan sunscreen
Sebagian area terbuka dan memiliki sedikit tempat berteduh.
5. Siapkan kamera
Taman Ujung memiliki banyak spot foto, tetapi tetap prioritaskan kenyamanan dan aturan pengelola.
6. Perhatikan anak-anak
Kolam dan beberapa area memiliki permukaan yang perlu diperhatikan.
7. Hati-hati ketika hujan
Permukaan jalan atau tangga bisa menjadi licin setelah hujan.
8. Cek tarif sebelum berangkat
Harga tiket dan biaya fotografi dapat berubah.
9. Sisakan waktu perjalanan
Jangan menjadwalkan Taman Ujung terlalu dekat dengan penerbangan atau agenda yang waktunya sangat ketat.
Apakah Taman Ujung cocok untuk anak-anak?
Bisa.
Taman Ujung bukan destinasi dengan wahana permainan anak, tetapi anak-anak dapat diajak berjalan-jalan sambil mengenal sejarah dan arsitektur Bali.
Orang tua perlu mengawasi anak terutama di sekitar kolam, tangga dan jembatan.
Karena area cukup luas, anak-anak juga sebaiknya menggunakan alas kaki yang nyaman.
Apakah Taman Ujung cocok untuk lansia?
Bisa, tetapi perlu mempertimbangkan kondisi fisik.
Beberapa bagian kompleks memiliki tangga dan jalur yang cukup panjang.
Jika bepergian bersama lansia, tidak perlu memaksakan diri mengunjungi seluruh bagian taman.
Pilih area yang lebih mudah diakses dan beristirahat ketika diperlukan.
Taman Ujung untuk pecinta sejarah
Bagi pecinta sejarah, Taman Ujung memiliki nilai lebih dari sekadar tempat berfoto.
Kompleks ini memperlihatkan jejak Kerajaan Karangasem dan perubahan arsitektur Bali pada masa kerajaan.
Perpaduan unsur Bali, Eropa dan Tiongkok membuatnya menarik untuk dilihat bukan hanya sebagai taman, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah perkembangan arsitektur Bali.
Jika kamu berkunjung, luangkan waktu untuk membaca informasi sejarah di lokasi dan memperhatikan fungsi masing-masing bangunan.
Taman Ujung sebagai warisan Kerajaan Karangasem
Taman Ujung merupakan bagian dari warisan Kerajaan Karangasem bersama sejumlah peninggalan lain, termasuk Tirta Gangga.
Keduanya menunjukkan perhatian keluarga kerajaan terhadap tata air, lanskap, arsitektur dan ruang rekreasi kerajaan.
Penelitian mengenai taman kerajaan di Karangasem mencatat Taman Sukasada dan Tirta Gangga sebagai dua karya penting yang berkaitan dengan Raja Karangasem Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem.
Karena nilai tersebut, kunjungan ke Taman Ujung juga bisa menjadi kesempatan untuk memahami sisi Bali yang berbeda dari wisata pantai dan hiburan modern.
FAQ Taman Ujung Bali
Taman Ujung Bali ada di mana?
Taman Ujung berada di Jalan Taman Ujung, Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.
Taman Ujung buka jam berapa?
Informasi terbaru yang tersedia umumnya mencantumkan jam buka sekitar 07.00 WITA. Jam tutup yang tercantum berada di kisaran 18.00–19.00 WITA, tergantung sumber dan pembaruan informasi.
Berapa tiket masuk Taman Ujung Bali 2026?
Tarif yang banyak tercantum saat ini adalah sekitar Rp35.000 untuk dewasa domestik, Rp25.000 untuk anak domestik, Rp100.000 untuk dewasa mancanegara dan Rp75.000 untuk anak mancanegara.
Apakah harga tiket Taman Ujung bisa berubah?
Bisa. Tarif wisata dapat berubah sesuai kebijakan pengelola atau pemerintah daerah. Karena itu, sebaiknya cek tarif terbaru sebelum berangkat.
Taman Ujung Bali adalah istana air?
Ya. Taman Ujung sering disebut Ujung Water Palace karena merupakan kompleks taman air atau taman kerajaan yang memiliki kolam, jembatan dan bangunan peristirahatan kerajaan.
Apakah Taman Ujung sama dengan Tirta Gangga?
Tidak. Taman Ujung berada di Tumbu, Kecamatan Karangasem, sedangkan Tirta Gangga berada di Desa Ababi, Kecamatan Abang.
Taman Ujung dibangun tahun berapa?
Cikal bakalnya berupa Kolam Dirah yang dibangun pada 1901. Pengembangan menjadi kompleks peristirahatan kerajaan dimulai pada 1909.
Siapa yang membangun Taman Ujung?
Taman Ujung dikembangkan pada masa Raja Karangasem dan melibatkan sejumlah tenaga ahli, termasuk arsitek Belanda Van Den Hentz, arsitek Tiongkok Loto Ang dan undagi Bali.
Apakah Taman Ujung rusak akibat Gunung Agung?
Ya. Letusan Gunung Agung pada 1963 menyebabkan kerusakan pada kawasan Taman Ujung. Kompleks tersebut kemudian mengalami proses pemulihan dan kembali dibuka untuk wisatawan pada 2003.
Apakah Taman Ujung cocok untuk prewedding?
Ya. Taman Ujung dikenal sebagai salah satu lokasi foto prewedding di Karangasem karena memiliki kolam, jembatan, taman dan bangunan klasik.
Berapa biaya prewedding di Taman Ujung?
Sumber terbaru mencantumkan sekitar Rp1.100.000 untuk sesi prewedding domestik dan Rp2.200.000 untuk wisatawan mancanegara. Tarif tersebut perlu dikonfirmasi kembali kepada pengelola sebelum sesi foto.
Apakah Taman Ujung bisa dikunjungi bersama Tirta Gangga?
Bisa. Kedua destinasi berada di Kabupaten Karangasem dan sering dimasukkan dalam itinerary Bali Timur.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengunjungi Taman Ujung?
Sekitar 60–90 menit sudah cukup untuk berjalan dan mengambil foto secara umum. Jika ingin menikmati seluruh area dengan santai, sediakan sekitar dua jam.
Kesimpulan
Taman Ujung Bali adalah salah satu destinasi sejarah dan wisata budaya yang menarik di Karangasem. Taman Soekasada Ujung ini merupakan peninggalan Kerajaan Karangasem dengan karakter utama berupa kolam, jembatan, bangunan kerajaan dan perpaduan arsitektur Bali, Eropa serta Tiongkok.
Sejarah Taman Ujung berawal dari Kolam Dirah pada 1901 dan kemudian dikembangkan menjadi taman peristirahatan kerajaan pada 1909. Kompleks ini sempat mengalami kerusakan akibat letusan Gunung Agung pada 1963 sebelum menjalani proses pemulihan dan kembali dibuka untuk wisatawan pada 2003.
Untuk informasi kunjungan 2026, tarif yang banyak tercantum adalah sekitar Rp35.000 untuk dewasa domestik dan Rp100.000 untuk dewasa mancanegara, sedangkan jam operasional berada di kisaran 07.00 hingga 18.00–19.00 WITA. Karena tarif dan jam buka dapat berubah, lakukan pengecekan terakhir sebelum berangkat.
Jika kamu sedang merencanakan perjalanan ke Bali Timur, Taman Ujung bisa digabungkan dengan Tirta Gangga, Candidasa atau destinasi lain di Karangasem. Jangan hanya datang untuk berfoto; luangkan waktu untuk melihat arsitektur dan memahami sejarahnya karena di situlah salah satu daya tarik terbesar Taman Ujung.