Pura Lempuyang Bali: Sejarah, Lokasi, Ketinggian, dan Gate of Heaven

Superadmin 22 September 2026 322 views
Pura Lempuyang Bali: Sejarah, Lokasi, Ketinggian, dan Gate of Heaven

Pura Lempuyang adalah salah satu pura sakral di Karangasem, Bali, yang terkenal dengan Gate of Heaven berlatar Gunung Agung. Kenali sejarah, lokasi, ketinggian, urutan sembahyang, hingga tips berkunjung sebelum datang.

Bali, 8islandadventure.com - Pura Lempuyang merupakan salah satu pura penting di Bali yang berada di kawasan Gunung Lempuyang, Kabupaten Karangasem. Tempat ini terkenal karena Pura Penataran Agung Lempuyang dengan gerbang ikonik yang menghadap Gunung Agung dan populer dengan sebutan Gate of Heaven atau Gerbang Surga.

Namun, Pura Lempuyang bukan sekadar tempat untuk berfoto. Kompleks ini memiliki nilai keagamaan dan sejarah yang kuat, terdiri dari sejumlah pura yang berada di sepanjang kawasan Gunung Lempuyang hingga Pura Lempuyang Luhur di bagian puncak.

Bagi kamu yang sedang mencari informasi tentang Pura Lempuyang Temple Bali, artikel ini membahas lokasi, sejarah, ketinggian, bagian-bagian pura, urutan perjalanan sembahyang, daya tarik, hingga hal yang perlu diperhatikan sebelum berkunjung.

Apa Itu Pura Lempuyang?

Pura Lempuyang adalah kompleks pura yang berada di kawasan Gunung Lempuyang, Karangasem, Bali. Dalam konteks keagamaan Hindu Bali, Lempuyang memiliki kedudukan penting dan termasuk dalam jajaran Sad Kahyangan Jagat.

Nama Lempuyang juga sering digunakan untuk menyebut kawasan suci secara keseluruhan. Karena itu, istilah Pura Lempuyang, Pura Lempuyang Luhur, Pura Penataran Agung Lempuyang, dan Lempuyang Temple dapat muncul untuk merujuk pada bagian atau konteks yang berbeda.

Pura Penataran Agung Lempuyang merupakan salah satu titik yang paling dikenal wisatawan karena memiliki gapura besar dengan latar Gunung Agung. Sementara Pura Lempuyang Luhur berada lebih tinggi di kawasan puncak dan menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual menuju kawasan Lempuyang.

Pura Lempuyang Temple dan Lempuyang Temple Bali

Dalam bahasa Inggris, Pura Lempuyang sering disebut Lempuyang Temple atau Lempuyang Temple Bali. Istilah tersebut banyak digunakan dalam pencarian wisatawan asing yang ingin mengetahui lokasi pura, sejarah, foto, serta pengalaman berkunjung.

Sementara dalam bahasa Turki, kata “tapınağı” berarti kuil atau temple. Karena itu, pencarian seperti “pura lempuyang tapınağı” pada dasarnya mengarah pada informasi mengenai Lempuyang Temple.

Pura Lempuyang Dimana?

Pura Lempuyang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali Timur, tepatnya di kawasan Desa Adat Purwayu, Kecamatan Abang. Pura Penataran Agung Lempuyang berada di kawasan Desa Tribuana/Purwayu yang menjadi jalur populer menuju kompleks Lempuyang.

Lokasinya berada di kawasan perbukitan sehingga perjalanan menuju pura berbeda dengan destinasi wisata Bali yang berada di dataran rendah. Dari kawasan Denpasar, perjalanan menggunakan kendaraan dapat memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam, tergantung kondisi lalu lintas dan titik keberangkatan.

Pura Lempuyang Terletak di Kecamatan Apa?

Pura Lempuyang terletak di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.

Informasi ini penting karena ada cukup banyak pencarian menggunakan kata kunci “Pura Lempuyang terletak di kecamatan” atau “Pura Lempuyang dimana”. Jawaban singkatnya adalah Kecamatan Abang, Karangasem.

Kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah Bali Timur yang juga memiliki destinasi populer lain seperti Tirta Gangga dan Taman Ujung.

Sejarah Pura Lempuyang

Sejarah Pura Lempuyang memiliki sejumlah versi yang berkembang dalam tradisi dan literatur mengenai pura-pura di Bali. Karena itu, informasi sejarahnya perlu dibedakan antara keterangan yang tercatat dan kisah tradisional yang berkembang di masyarakat.

Menurut laman resmi Indonesia Travel, Pura Lempuyang diperkirakan telah berdiri sejak sekitar abad ke-11 atas perintah Mpu Kuturan atau Jayasakti. Pura ini dikaitkan dengan pemujaan terhadap Hyang Gni Jaya atau Dewa Iswara.

Sementara itu, nama Lempuyang memiliki penafsiran yang berkaitan dengan kata “lampu” sebagai sinar dan “hyang” sebagai sebutan yang berkaitan dengan Tuhan. Dalam konteks tersebut, Lempuyang dapat dipahami sebagai tempat yang berkaitan dengan sinar suci atau cahaya ketuhanan.

Kedudukan Pura Lempuyang dalam Keagamaan Bali

Pura Lempuyang Luhur memiliki kedudukan penting dalam sistem pura di Bali. Indonesia Travel menyebutnya sebagai bagian dari Sad Kahyangan Jagat, yaitu enam pura utama yang memiliki fungsi penting dalam keseimbangan spiritual Bali.

Pura Lempuyang juga berkaitan dengan konsep Catur Loka Pala. Dalam konsep tersebut, Lempuyang berada di arah timur, bersama pura-pura tertentu yang menempati arah mata angin lainnya.

Karena itu, fungsi Pura Lempuyang jauh lebih luas daripada sekadar objek wisata. Umat Hindu datang untuk melakukan persembahyangan, memohon tirta, serta mengikuti berbagai rangkaian upacara keagamaan.

Pura Lempuyang Berapa Mdpl?

Pertanyaan “Pura Lempuyang berapa mdpl?” sebenarnya perlu dijawab dengan membedakan bagian kompleks yang dimaksud.

Pura Penataran Agung Lempuyang berada di lereng Gunung Lempuyang pada ketinggian sekitar 603 mdpl berdasarkan data yang banyak digunakan untuk lokasi pura tersebut. Sementara Pura Lempuyang Luhur di bagian puncak kompleks berada sekitar 1.175 mdpl.

Jadi, jika yang kamu maksud adalah titik populer untuk melihat Gate of Heaven, lokasinya adalah Pura Penataran Agung Lempuyang dan ketinggiannya berada jauh di bawah Pura Lempuyang Luhur.

Sebaliknya, jika yang dimaksud adalah pura di puncak perjalanan Lempuyang, angka yang umum digunakan adalah sekitar 1.175 mdpl.

Ketinggian Pura Lempuyang Luhur

Pura Lempuyang Luhur berada di kawasan puncak Gunung Lempuyang atau Bukit Bisbis dengan ketinggian sekitar 1.175 mdpl. Angka ini juga digunakan dalam sejumlah sumber pariwisata dan pemberitaan mengenai Gunung Lempuyang.

Perbedaan angka inilah yang sering menyebabkan informasi mengenai tinggi Pura Lempuyang terlihat tidak konsisten di internet. Sebenarnya, angka tersebut dapat merujuk pada titik yang berbeda dalam kompleks Lempuyang.

Pura Penataran Agung Lempuyang

Pura Penataran Agung Lempuyang merupakan salah satu bagian paling populer dari kompleks Lempuyang. Lokasinya berada di lereng Gunung Lempuyang dan menjadi titik yang paling sering muncul dalam foto wisatawan.

Pura ini memiliki tata ruang yang mengikuti konsep Tri Mandala, dengan pembagian area seperti Jaba Pisan, Jaba Tengah, dan Jeroan atau Utama Mandala. Kajian arsitektur mengenai Pura Penataran Agung Lempuyang juga mencatat adanya perbedaan ketinggian dan pembatas ruang sebagai bagian dari tata ruang sakral pura.

Gate of Heaven Pura Penataran Agung Lempuyang

Daya tarik yang paling terkenal adalah candi bentar atau gerbang terbelah yang menghadap ke arah Gunung Agung. Dari sudut tertentu, Gunung Agung terlihat berada tepat di antara dua sisi gerbang sehingga menghasilkan komposisi foto yang sangat khas.

Karena tampilan tersebut, Pura Penataran Agung Lempuyang kemudian populer di kalangan wisatawan internasional sebagai Gate of Heaven.

Meski begitu, penting diingat bahwa gerbang tersebut merupakan bagian dari kawasan pura yang memiliki fungsi keagamaan. Foto sebaiknya tidak mengalahkan sikap hormat terhadap tempat suci dan umat yang sedang melakukan persembahyangan.

Pura Penataran Agung Lempuyang Photos

Pencarian seperti “Pura Penataran Agung Lempuyang photos” dan “Pura Penataran Agung Lempuyang foto” umumnya mengarah pada tiga jenis visual yang paling dikenal.

Pertama adalah foto candi bentar dengan Gunung Agung sebagai latar belakang. Kedua adalah foto arsitektur pura dan tangga. Ketiga adalah foto perjalanan menuju bagian-bagian lain dari kompleks Lempuyang.

Untuk mendapatkan pemandangan Gunung Agung yang lebih jelas, pagi hari sering menjadi pilihan karena kondisi atmosfer dapat lebih mendukung visibilitas gunung. Namun, cuaca pegunungan bisa berubah sehingga tidak ada jaminan Gunung Agung selalu terlihat.

Ada Berapa Pura di Kompleks Lempuyang?

Pura Lempuyang bukan hanya satu bangunan pura. Kompleksnya terdiri dari sejumlah pura yang tersebar di kawasan Gunung Lempuyang.

Indonesia Travel menyebut terdapat tujuh pura utama yang tersebar di sepanjang perjalanan menuju bagian puncak. Rangkaian tersebut membuat perjalanan ke Lempuyang menjadi lebih dari sekadar kunjungan ke satu titik foto.

Secara umum, nama-nama pura yang sering disebut dalam perjalanan tersebut adalah:

Pura Penataran Agung Lempuyang

Pura Telaga Mas

Pura Telaga Sawangan

Pura Lempuyang Madya

Pura Puncak Bisbis

Pura Pasar Agung

Pura Lempuyang Luhur

Urutan dan praktik persembahyangan dapat mengikuti ketentuan keagamaan serta arahan pemangku setempat. Karena itu, wisatawan sebaiknya tidak menganggap daftar di atas sebagai pengganti tuntunan ritual.

Urutan Sembahyang di Pura Lempuyang

Bagi umat Hindu yang datang untuk melakukan tirta yatra atau persembahyangan, perjalanan menuju Pura Lempuyang Luhur dilakukan melalui sejumlah titik pura di kawasan Gunung Lempuyang.

Rangkaian yang umum disebut dimulai dari Pura Penataran Agung, kemudian menuju titik-titik pura berikutnya hingga Pura Lempuyang Luhur. Pemerintah melalui Kementerian Agama juga mencatat kegiatan persembahyangan di Pura Penataran Agung Sad Kahyangan Lempuyang dalam berbagai rangkaian keagamaan.

Tahapan Perjalanan Menuju Puncak

Secara umum, urutan lokasi yang sering digunakan dalam perjalanan adalah:

Pura Penataran Agung Lempuyang

Pura Telaga Mas

Pura Telaga Sawangan

Pura Lempuyang Madya

Pura Puncak Bisbis

Pura Pasar Agung

Pura Lempuyang Luhur

Perjalanan tersebut bukan sekadar trekking. Bagi umat Hindu, setiap titik memiliki konteks spiritual sehingga tata cara sembahyang, banten, mantra, dan rangkaian ritual sebaiknya mengikuti petunjuk pemangku atau pihak yang memahami tata upacara setempat.

Wisatawan non-Hindu tidak perlu mengikuti ritual apabila tidak memiliki kepentingan untuk sembahyang. Yang paling penting adalah menghormati umat yang sedang beribadah dan mengikuti aturan kawasan.

Berapa Anak Tangga Pura Lempuyang?

Untuk perjalanan menuju bagian puncak, pengunjung akan melewati sekitar 1.700 anak tangga. Jumlah tersebut membuat perjalanan menuju Pura Lempuyang Luhur membutuhkan stamina yang cukup.

Namun, angka 1.700 anak tangga tidak berarti wisatawan harus menempuh semuanya hanya untuk melihat Gate of Heaven.

Pura Penataran Agung Lempuyang berada di bagian bawah kompleks dan lebih mudah dijangkau dari area kedatangan dibandingkan Pura Lempuyang Luhur di puncak.

Apakah Harus Naik Sampai Pura Lempuyang Luhur?

Tidak selalu.

Jika tujuanmu hanya melihat Pura Penataran Agung dan Gate of Heaven, kamu tidak harus melanjutkan perjalanan hingga Pura Lempuyang Luhur.

Jika tujuanmu adalah melakukan perjalanan spiritual atau ingin menjelajahi kompleks secara lebih lengkap, perjalanan menuju bagian atas membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

Karena itu, sebaiknya tentukan tujuan sebelum datang agar bisa menyesuaikan waktu dan kondisi fisik.

Daya Tarik Pura Lempuyang Bali

Pura Lempuyang memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan destinasi wisata Bali pada umumnya. Pengunjung bukan hanya mendapatkan pemandangan, tetapi juga bisa melihat langsung perpaduan antara arsitektur Bali, kawasan hutan, pegunungan, dan aktivitas keagamaan.

Indonesia Travel menyebut perjalanan menuju kawasan atas melewati sekitar 1.700 anak tangga dan kawasan hutan dengan suasana yang relatif sejuk.

1. Gate of Heaven

Gerbang Pura Penataran Agung merupakan daya tarik paling terkenal. Ketika Gunung Agung terlihat jelas, dua sisi gapura menciptakan latar foto yang menjadi ciri khas Lempuyang.

2. Panorama Gunung Agung

Dari kawasan tertentu, Gunung Agung menjadi latar utama. Kondisi cuaca sangat menentukan apakah gunung tersebut dapat terlihat dengan jelas.

Pagi hari sering menjadi waktu yang dipilih wisatawan karena peluang mendapatkan udara yang lebih jernih relatif baik.

3. Suasana Hutan dan Pegunungan

Perjalanan menuju bagian atas melewati lingkungan perbukitan dan hutan. Kondisi ini memberikan suasana berbeda dibandingkan destinasi pantai di Bali.

Udara juga cenderung lebih sejuk karena lokasinya berada di dataran tinggi.

4. Arsitektur Pura Bali

Selain gerbang, pengunjung dapat melihat pembagian ruang, candi bentar, pelinggih, bale, serta berbagai elemen arsitektur tradisional Bali.

Pura Penataran Agung sendiri memiliki tiga halaman utama yang tersusun berdasarkan konsep tata ruang pura Bali.

5. Pengalaman Spiritual

Lempuyang tetap merupakan kawasan suci. Aktivitas persembahyangan masih berlangsung dan pengunjung dapat melihat umat Hindu datang untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan.

Karena itu, pengalaman berkunjung sebaiknya tidak hanya berorientasi pada foto, tetapi juga memahami bahwa tempat tersebut memiliki fungsi utama sebagai tempat ibadah.

Pura Lempuyang Reviews: Apa yang Perlu Kamu Ketahui?

Pencarian “Pura Penataran Agung Lempuyang reviews” atau “Pura Penataran Agung Lempuyang ulasan” biasanya berkaitan dengan pengalaman pengunjung mengenai pemandangan, antrean foto, perjalanan menuju pura, kondisi tangga, serta suasana kawasan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah pengalaman wisatawan dapat berbeda. Kondisi cuaca, jumlah pengunjung, waktu kedatangan, dan apakah seseorang hanya mengunjungi Penataran Agung atau melanjutkan perjalanan menuju Lempuyang Luhur akan sangat memengaruhi pengalaman.

Karena itu, jangan hanya menggunakan foto di media sosial sebagai gambaran keseluruhan. Lempuyang merupakan kawasan suci sekaligus kawasan perbukitan yang membutuhkan kesiapan fisik apabila ingin mencapai bagian atas.

Tiket Masuk Pura Lempuyang

Informasi resmi pariwisata Indonesia yang diperbarui mencantumkan tarif masuk Pura Lempuyang sebesar Rp50.000 untuk wisatawan domestik dan Rp100.000 untuk wisatawan mancanegara. Sumber yang sama mencantumkan shuttle dari area parkir menuju pintu utama sekitar Rp50.000 per orang.

Karena tarif wisata dapat berubah berdasarkan kebijakan pengelola, sebaiknya cek kembali informasi terbaru sebelum berangkat.

InformasiTarif yang tercantum
Wisatawan domestikRp50.000
Wisatawan mancanegaraRp100.000
ShuttleSekitar Rp50.000/orang

Tarif tersebut sebaiknya dianggap sebagai referensi, bukan jaminan harga permanen.

Jam Buka Pura Lempuyang

Informasi resmi Indonesia Travel mencantumkan jam kunjungan wisatawan sekitar pukul 07.00–17.00 WITA. Umat Hindu yang datang untuk kepentingan persembahyangan dapat memiliki akses berbeda sesuai kebutuhan keagamaan.

Ada pula sumber lain yang mencantumkan jam operasional berbeda. Perbedaan seperti ini menunjukkan bahwa jam kunjungan wisatawan dapat berubah mengikuti kebijakan pengelola atau kegiatan keagamaan.

Contohnya, pada Juni 2026 Pura Lempuyang ditutup sementara untuk wisatawan pada 17–21 Juni karena pelaksanaan pujawali. Penutupan tersebut menunjukkan pentingnya mengecek kondisi terbaru sebelum datang, terutama jika perjalanan bertepatan dengan hari atau periode upacara keagamaan.

Cara Menuju Pura Lempuyang

Dari Denpasar, perjalanan menuju Pura Lempuyang dapat diarahkan ke Bali Timur melalui jalur menuju Candi Dasa dan Amlapura. Waktu perjalanan umumnya sekitar dua jam atau lebih, tergantung kondisi jalan dan titik keberangkatan.

Alternatif lain adalah melalui wilayah Semarapura menuju kawasan Selat dan kemudian mengarah ke Karangasem.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kendaraan dalam kondisi baik karena sebagian perjalanan menuju kawasan Lempuyang berupa jalan menanjak dan berkelok.

Dari Amlapura

Dari pusat Kabupaten Karangasem, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Abang dan kemudian mengikuti petunjuk menuju area Lempuyang.

Area parkir dan sistem shuttle menjadi bagian penting dalam kunjungan wisatawan, sehingga kamu tidak selalu langsung membawa kendaraan sampai titik yang paling dekat dengan pura.

Tips Berkunjung ke Pura Lempuyang

Ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan sebelum mengunjungi Pura Lempuyang, terutama karena lokasi ini merupakan tempat suci.

1. Datang Lebih Pagi

Pagi hari menjadi pilihan yang banyak digunakan karena udara relatif lebih sejuk dan peluang melihat Gunung Agung dengan kondisi cerah dapat lebih baik.

Selain itu, datang lebih awal dapat membantu mengurangi waktu menunggu apabila area foto sedang ramai.

2. Gunakan Pakaian yang Sopan

Pengunjung perlu mengenakan pakaian yang pantas ketika memasuki kawasan pura.

Kain atau sarung dan selendang biasanya digunakan sesuai aturan kawasan. Pastikan mengikuti arahan petugas atau pengelola ketika memasuki area tertentu.

3. Hormati Umat yang Sedang Sembahyang

Jangan mengambil foto secara sembarangan ketika umat sedang melakukan persembahyangan.

Hindari berbicara terlalu keras, mengganggu prosesi, atau memasuki area yang tidak diperbolehkan untuk wisatawan.

4. Siapkan Kondisi Fisik

Jika ingin naik hingga bagian atas, perjalanan melalui sekitar 1.700 anak tangga membutuhkan stamina.

Bawa air minum secukupnya, gunakan alas kaki yang nyaman, dan jangan memaksakan diri jika kondisi tubuh tidak memungkinkan.

5. Perhatikan Cuaca

Gunung dan kawasan perbukitan memiliki kondisi cuaca yang dapat berubah. Kabut atau awan dapat membuat Gunung Agung tidak terlihat meskipun sebelumnya langit tampak cerah.

Jika tujuan utama kamu adalah mendapatkan foto dengan latar Gunung Agung, siapkan waktu cadangan.

Pura Lempuyang untuk Foto, Apakah Memang Sebagus di Media Sosial?

Foto Pura Lempuyang yang paling terkenal biasanya diambil di Pura Penataran Agung dengan komposisi gerbang dan Gunung Agung.

Namun, hasil foto sangat tergantung kondisi cuaca dan posisi Gunung Agung. Foto yang beredar di internet tidak selalu menggambarkan kondisi setiap hari.

Karena itu, datanglah dengan ekspektasi yang realistis. Pura Lempuyang tetap menarik meskipun Gunung Agung sedang tertutup awan karena kawasan ini memiliki arsitektur, hutan, dan suasana spiritual yang menjadi bagian penting dari pengalaman.

Hal yang Tidak Boleh Dilupakan Saat Berkunjung

Pura Lempuyang merupakan tempat suci, bukan sekadar spot foto.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Gunakan pakaian yang sopan.

Gunakan kain dan selendang sesuai aturan.

Jangan mengganggu umat yang sedang bersembahyang.

Jangan memasuki area yang dilarang.

Jangan memanjat atau duduk sembarangan pada bangunan suci.

Jaga kebersihan kawasan.

Ikuti arahan petugas, pecalang, atau pemangku.

Jangan memaksakan pendakian apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.

Periksa informasi penutupan sebelum berangkat jika ada upacara keagamaan.

Khusus mengenai aturan masuk area suci, kondisi seseorang dan ketentuan adat dapat memiliki konteks tersendiri. Jika ragu, tanyakan langsung kepada petugas atau pemangku di lokasi daripada mengambil kesimpulan sendiri.

Pura Lempuyang vs Pura Penataran Agung Lempuyang

Istilah ini sering membuat wisatawan bingung.

Pura Lempuyang dapat digunakan untuk menyebut kompleks kawasan suci di Gunung Lempuyang. Pura Penataran Agung Lempuyang merupakan salah satu pura di bagian bawah atau lereng yang paling dikenal wisatawan karena Gate of Heaven.

Sementara Pura Lempuyang Luhur berada di bagian lebih tinggi dari kompleks tersebut dan menjadi titik puncak dalam perjalanan spiritual Lempuyang.

Dengan memahami perbedaan ini, kamu tidak akan bingung ketika menemukan informasi ketinggian 603 mdpl di satu sumber dan 1.175 mdpl di sumber lainnya.

Apakah Pura Lempuyang Layak Dikunjungi?

Pura Lempuyang menarik bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata budaya, arsitektur, panorama pegunungan, dan pengalaman berada di kawasan suci Bali.

Bagi pemburu foto, Pura Penataran Agung menawarkan Gate of Heaven dengan latar Gunung Agung. Bagi wisatawan yang tertarik pada budaya dan spiritualitas Bali, kompleks Lempuyang menawarkan pengalaman yang jauh lebih luas karena terdapat rangkaian pura dan perjalanan menuju bagian puncak.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan menilai Lempuyang hanya berdasarkan satu foto di media sosial. Nilai utama tempat ini tetap berkaitan dengan fungsi keagamaan, sejarah, arsitektur, lingkungan alam, dan tradisi masyarakat Bali.

Kesimpulan

Pura Lempuyang merupakan kompleks pura penting di Bali Timur yang terletak di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Salah satu bagian yang paling populer adalah Pura Penataran Agung Lempuyang dengan Gate of Heaven yang menghadap Gunung Agung.

Jika kamu mencari jawaban tentang ketinggian Pura Lempuyang, perlu dibedakan antara Pura Penataran Agung yang berada sekitar 603 mdpl dan Pura Lempuyang Luhur yang berada sekitar 1.175 mdpl. Perjalanan menuju bagian puncak dapat melibatkan sekitar 1.700 anak tangga.

Sejarah Pura Lempuyang sendiri memiliki sejumlah versi tradisional, sementara sumber pariwisata resmi Indonesia menyebut keberadaannya diperkirakan telah berkembang sejak sekitar abad ke-11. Pura ini juga memiliki kedudukan penting sebagai bagian dari Sad Kahyangan Jagat.

Jika ingin berkunjung, persiapkan fisik, gunakan pakaian yang sopan, hormati aktivitas persembahyangan, dan cek informasi terbaru mengenai jam kunjungan, tarif, serta kemungkinan penutupan karena upacara keagamaan.

Tags: Bali

Related Posts

Search