Wisata budaya Ubud bukan hanya soal pura dan tempat bersejarah. Kamu bisa mengenal tradisi Bali lewat istana, pertunjukan tari, pasar tradisional, seni ukir, desa, kuliner, hingga lanskap subak. Simak 15 destinasi budaya Ubud yang menarik untuk dikunjungi.
Wisata budaya Ubud menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar melihat pemandangan Bali. Di kawasan ini, kamu bisa mengenal tradisi lewat pura, istana, pertunjukan tari, seni ukir, pasar tradisional, desa, kuliner, hingga lanskap persawahan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Bali.
Ubud dikenal sebagai salah satu kawasan yang kuat dengan unsur budaya dan seni di Bali. Indonesia Travel menggambarkan Ubud sebagai kawasan yang memiliki perpaduan budaya dan panorama alam, termasuk persawahan serta aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan tradisi dan kehidupan keagamaan.
Karena itu, kalau kamu ingin liburan yang tidak sekadar mengejar foto, Ubud layak dimasukkan ke daftar utama. Berikut destinasi dan aktivitas yang bisa kamu pilih untuk memahami sisi budaya Ubud dengan cara yang lebih dekat.
Apa yang Dimaksud dengan Wisata Budaya Ubud?
Wisata budaya Ubud adalah aktivitas perjalanan yang berfokus pada pengalaman mengenal sejarah, seni, tradisi, agama, arsitektur, kehidupan masyarakat, hingga kebudayaan Bali di kawasan Ubud dan sekitarnya.
Konsepnya tidak terbatas pada mengunjungi pura. Menonton pertunjukan tari tradisional, melihat proses pembuatan kerajinan, berjalan di kawasan desa, mengunjungi pasar tradisional, atau memahami sistem subak juga bisa menjadi bagian dari pengalaman wisata budaya.
Ubud menarik karena budaya tidak hanya ditempatkan sebagai pertunjukan untuk wisatawan. Banyak unsur tradisi masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Mengapa Ubud terkenal dengan wisata budaya?
Ada beberapa alasan utama:
- Ubud memiliki sejarah kerajaan yang kuat.
- Seni tari dan musik tradisional berkembang di kawasan ini.
- Banyak pura dan bangunan tradisional.
- Desa-desa di sekitar Ubud memiliki tradisi kerajinan.
- Kehidupan masyarakat masih berkaitan erat dengan upacara keagamaan.
- Lanskap persawahan berkaitan dengan sistem subak.
- Seni lukis, patung, ukiran dan kerajinan menjadi bagian penting dari identitas kawasan.
UNESCO menjelaskan bahwa sistem subak Bali tidak hanya berkaitan dengan irigasi sawah, tetapi juga memiliki hubungan dengan kehidupan religius dan filosofi Tri Hita Karana.
15 Wisata Budaya Ubud yang Menarik untuk Dikunjungi
Kalau kamu baru pertama kali datang, tidak perlu mencoba semuanya sekaligus. Pilih beberapa tempat berdasarkan minat, lalu susun rute agar waktu di perjalanan tidak terlalu banyak.
Berikut pilihan wisata budaya Ubud yang menggabungkan sejarah, seni, arsitektur, tradisi dan kehidupan masyarakat.
1. Ubud Palace
Ubud Palace atau Puri Saren Agung merupakan salah satu tempat yang paling relevan untuk memahami sejarah kerajaan Ubud. Lokasinya berada di pusat Ubud sehingga mudah digabungkan dengan destinasi lain.
Indonesia Travel menyebut Ubud Palace sebagai kediaman resmi keluarga kerajaan Ubud dan menjelaskan bahwa sebagian area masih digunakan oleh keluarga kerajaan, sementara beberapa bagian dibuka untuk umum.
Arsitektur tradisional Bali menjadi salah satu daya tarik utamanya. Ukiran, gerbang, halaman dan struktur bangunannya memberikan gambaran tentang karakter arsitektur kerajaan Bali.
Pada malam tertentu, area istana juga menjadi tempat pertunjukan tari tradisional Bali.
Apa yang bisa dilakukan?
Kamu bisa:
- Mengamati arsitektur tradisional Bali
- Berfoto di area yang diperbolehkan
- Mengenal sejarah keluarga kerajaan Ubud
- Menonton pertunjukan tari
- Menggabungkannya dengan perjalanan ke Ubud Art Market
Karena berada di pusat kota, Ubud Palace termasuk destinasi yang relatif mudah dimasukkan ke itinerary wisata Ubud terdekat.
2. Pura Taman Saraswati
Pura Taman Saraswati merupakan salah satu tempat budaya Ubud yang juga sangat populer untuk fotografi. Kolam teratai dan arsitektur khas Bali menjadi elemen visual yang membuat tempat ini sering muncul dalam konten perjalanan.
Namun, jangan melihatnya hanya sebagai spot foto.
Pura merupakan tempat keagamaan sehingga pengunjung perlu memperhatikan pakaian, perilaku dan area mana yang boleh dimasuki.
Kenapa menarik untuk wisata budaya?
Taman Saraswati memperlihatkan bagaimana unsur agama, seni dan arsitektur dapat hadir dalam satu ruang.
Bagi wisatawan yang tertarik dengan budaya Bali tetapi tetap ingin mendapatkan foto yang menarik, tempat ini menjadi salah satu pilihan yang cukup lengkap.
3. Pura Dalem Agung Padangtegal
Pura Dalem Agung Padangtegal berada di kawasan Sacred Monkey Forest Sanctuary. Kawasan ini memperlihatkan hubungan antara ruang spiritual, hutan dan kehidupan masyarakat Bali.
Lingkungan pura memiliki arsitektur dan ornamen khas Bali yang menarik untuk diamati.
Pengunjung sebaiknya tidak memperlakukan area pura seperti objek foto biasa. Ada bagian tertentu yang diperuntukkan bagi kegiatan keagamaan dan tidak semuanya terbuka untuk wisatawan.
4. Sacred Monkey Forest Sanctuary
Monkey Forest memang terkenal karena populasi monyetnya, tetapi nilai tempat ini tidak berhenti pada satwa.
Kawasan tersebut juga memiliki unsur spiritual, pura, pepohonan dan lanskap yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan masyarakat setempat.
Karena itu, tempat ini cocok bagi kamu yang ingin melihat bagaimana alam dan ruang spiritual berada dalam satu kawasan.
Tips berkunjung
Perhatikan barang bawaan karena monyet dapat mengambil benda yang menarik perhatian mereka. Jangan memberi makan satwa sembarangan dan ikuti aturan pengelola.
Kamu juga sebaiknya tidak menyentuh atau mengganggu monyet untuk mendapatkan foto.
5. Museum Puri Lukisan
Kalau kamu ingin memahami perkembangan seni rupa Bali, Museum Puri Lukisan bisa menjadi pilihan.
Museum ini relevan untuk wisatawan yang ingin melihat sisi Ubud sebagai pusat perkembangan seni. Koleksi seni dapat membantu kamu memahami bagaimana seniman Bali mengeksplorasi tema tradisional, kehidupan masyarakat dan perkembangan seni rupa.
Wisata budaya tidak harus selalu dilakukan di pura. Museum juga penting karena menyimpan dan menjelaskan warisan seni yang tidak selalu bisa dipahami hanya dengan melihat bangunan atau pertunjukan.
6. Museum Blanco Renaissance
Museum Blanco Renaissance menjadi pilihan bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah seni dan kehidupan seorang seniman di Bali.
Lokasinya juga menawarkan pengalaman visual melalui bangunan, karya seni dan lingkungan museum.
Tempat seperti ini cocok dimasukkan ke itinerary jika kamu ingin memahami mengapa Ubud berkembang menjadi salah satu kawasan seni paling dikenal di Bali.
7. Ubud Art Market
Ubud Art Market merupakan salah satu tempat yang menarik untuk melihat hubungan antara pariwisata, perdagangan dan kerajinan lokal.
Kamu dapat menemukan berbagai produk seperti kain, aksesori, kerajinan tangan dan cendera mata.
Namun, pengalaman budayanya justru akan lebih menarik jika kamu tidak hanya datang untuk membeli oleh-oleh.
Perhatikan bagaimana produk dibuat, motif yang digunakan, materialnya, serta bagaimana pedagang berinteraksi dengan pembeli.
Tips belanja di Ubud Art Market
Sebelum membeli, bandingkan beberapa kios dan tanyakan harga dengan sopan.
Jika ingin menawar, lakukan secara wajar. Jangan memaksakan harga terlalu rendah karena produk yang kamu beli merupakan hasil kerja pengrajin dan pedagang lokal.
8. Desa Mas
Desa Mas berada di wilayah yang dikenal dengan tradisi seni ukir kayu.
Indonesia Travel menjelaskan Mas Village sebagai salah satu pusat seni ukir kayu dengan tradisi artistik yang panjang.
Bagi wisatawan yang ingin melihat sisi budaya di luar pusat Ubud, desa ini menarik untuk dimasukkan ke dalam perjalanan.
Kamu bisa melihat galeri, karya seni dan lingkungan desa.
Apa yang membuat Desa Mas menarik?
Nilai utamanya terletak pada hubungan antara seni dan kehidupan masyarakat.
Daripada hanya mencari tempat wisata yang sedang hits, mengunjungi kawasan seperti ini memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan aktivitas seni lokal.
9. Desa Batuan
Batuan dikenal sebagai salah satu kawasan seni di Bali, terutama dalam perkembangan seni lukis tradisional.
Desa ini dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin melihat budaya Bali dari sisi seni, bukan hanya pura dan pertunjukan tari.
Kamu bisa menggabungkannya dengan perjalanan menuju destinasi lain di selatan Ubud.
10. Goa Gajah
Goa Gajah merupakan situs arkeologi dan keagamaan yang berada tidak jauh dari Ubud.
Kompleks ini menarik karena memiliki peninggalan sejarah, struktur batu dan unsur keagamaan yang memperlihatkan perjalanan panjang kebudayaan Bali.
Untuk wisatawan yang tertarik pada sejarah, Goa Gajah memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan tempat wisata Ubud yang mengandalkan pemandangan atau aktivitas modern.
11. Tirta Empul
Tirta Empul berada di kawasan Tampaksiring, tidak jauh dari Ubud jika menggunakan kendaraan.
Daya tarik utamanya adalah kompleks pura dan mata air suci yang memiliki peran penting dalam tradisi keagamaan Bali.
Tempat ini sering dikaitkan dengan ritual melukat atau penyucian diri.
Bolehkah wisatawan ikut ritual?
Jika ingin mengikuti ritual, jangan melakukannya secara sembarangan.
Ikuti aturan setempat, gunakan pakaian yang sesuai dan tanyakan prosedur kepada petugas atau pihak yang memahami tata cara ritual.
Wisatawan sebaiknya tidak menganggap ritual keagamaan sebagai sekadar aktivitas untuk konten media sosial.
12. Pura Gunung Kawi
Pura Gunung Kawi dan kompleks candi tebing di kawasan Tampaksiring menawarkan pengalaman sejarah sekaligus arsitektur.
Lanskapnya juga menarik karena berada di lingkungan yang hijau dan memiliki lembah sungai.
Untuk menuju beberapa bagian, kamu harus melewati tangga. Karena itu, gunakan sepatu atau sandal yang nyaman.
13. Tegallalang Rice Terrace
Tegallalang dikenal luas karena persawahan teraseringnya.
Namun, daya tariknya bukan hanya pemandangan yang Instagramable. Lanskap persawahan Bali memiliki hubungan dengan sistem subak yang merupakan bagian penting dari warisan budaya Bali.
UNESCO menjelaskan bahwa subak merupakan sistem pengelolaan air secara kolektif yang telah membentuk lanskap sawah dan kehidupan religius Bali selama berabad-abad.
Jadi, ketika melihat sawah bertingkat di Bali, kamu sebenarnya sedang melihat bagian dari sistem sosial, pertanian dan keagamaan yang jauh lebih kompleks.
14. Pura Kehen
Jika itinerary kamu memungkinkan perjalanan sedikit lebih jauh dari pusat Ubud, Pura Kehen di Bangli dapat menjadi pilihan untuk memperluas pengalaman wisata budaya.
Arsitektur, gerbang, ornamen dan suasana pura memberikan gambaran lain tentang tradisi keagamaan Bali.
Destinasi ini lebih cocok untuk kamu yang memiliki waktu lebih panjang dan ingin menggabungkan Ubud dengan kawasan Bali tengah.
15. Pertunjukan Tari Tradisional Bali
Salah satu cara terbaik memahami budaya Ubud adalah menonton pertunjukan tari secara langsung.
Berbeda dengan hanya melihat foto atau membaca sejarah, pertunjukan memungkinkan kamu melihat musik, gerakan, kostum, cerita dan ekspresi seni Bali dalam satu pengalaman.
Ubud Palace merupakan salah satu lokasi yang dikenal menjadi tempat pertunjukan tari tradisional Bali.
Jenis tari yang bisa kamu temui
Tergantung jadwal pertunjukan, kamu dapat menemukan berbagai kesenian seperti:
- Legong
- Barong
- Kecak
- Tari tradisional Bali lainnya
Jadwal pertunjukan dapat berubah, sehingga sebaiknya cek informasi terbaru sebelum datang.
Mengapa Budaya Ubud Tidak Bisa Dipisahkan dari Seni?
Ubud memiliki hubungan yang kuat dengan perkembangan seni Bali.
Seni tidak hanya hadir sebagai barang yang dijual kepada wisatawan. Dalam kehidupan masyarakat, seni juga dapat berkaitan dengan agama, upacara, cerita tradisional dan identitas komunitas.
Karena itu, ketika mengunjungi Ubud, kamu akan menemukan hubungan yang erat antara pura, tari, musik, patung, lukisan, arsitektur dan kehidupan sosial.
Seni sebagai bagian dari kehidupan
Inilah yang membedakan pengalaman wisata budaya dengan sekadar mengunjungi objek wisata.
Kamu tidak hanya melihat sebuah bangunan, tetapi juga bisa mencoba memahami mengapa bangunan tersebut dibuat, bagaimana masyarakat menggunakannya dan apa maknanya dalam kehidupan lokal.
Hubungan Wisata Budaya Ubud dengan Subak
Salah satu kesalahan umum ketika membahas budaya Ubud adalah hanya membicarakan pura dan tari.
Padahal, persawahan juga merupakan bagian penting dari lanskap budaya Bali.
UNESCO mencatat bahwa Cultural Landscape of Bali Province mencakup lima kawasan yang memperlihatkan hubungan antara sawah, sistem subak, pura air dan kehidupan masyarakat.
Sistem tersebut mencerminkan filosofi Tri Hita Karana yang menghubungkan kehidupan manusia, alam dan dunia spiritual.
Apa itu subak?
Secara sederhana, subak adalah sistem pengelolaan irigasi tradisional Bali yang dilakukan secara kolektif oleh komunitas petani.
Tetapi perannya lebih luas dari sekadar mengalirkan air ke sawah.
Subak juga berkaitan dengan pura air, ritual, hubungan antarpelaku pertanian dan keseimbangan lingkungan.
Itulah sebabnya lanskap sawah di sekitar Ubud bisa dipahami sebagai bagian dari wisata budaya, bukan sekadar objek pemandangan.
Tempat Wisata Ubud yang Instagramable tetapi Tetap Bernilai Budaya
Jika kamu mencari tempat wisata Ubud Instagramable, tidak perlu selalu memilih lokasi yang dibuat khusus untuk foto.
Beberapa tempat budaya justru memiliki visual yang kuat secara alami.
Pilihannya antara lain:
- Ubud Palace
- Taman Saraswati
- Ubud Art Market
- Goa Gajah
- Tegallalang Rice Terrace
- Desa Mas
- Desa Batuan
- Jalan-jalan tradisional di sekitar Ubud
- Pura dengan arsitektur khas Bali yang terbuka untuk pengunjung
Kuncinya adalah tetap menghormati fungsi tempat tersebut.
Foto di tempat ibadah
Sebelum mengambil foto di pura, perhatikan tanda larangan dan arahan petugas.
Hindari mengarahkan kamera ke orang yang sedang beribadah tanpa izin. Jangan menaiki struktur sakral hanya untuk mendapatkan sudut foto yang lebih bagus.
Foto yang bagus tetap bisa dibuat tanpa mengabaikan etika.
Wisata Ubud Terdekat untuk Mengenal Budaya
Jika kamu menginap di pusat Ubud dan ingin meminimalkan waktu perjalanan, prioritaskan destinasi yang berada di area pusat.
Ubud Palace, Ubud Art Market, Taman Saraswati dan sejumlah kawasan jalan di pusat Ubud dapat digabungkan dalam satu rute.
Cara ini lebih efisien dibandingkan berpindah ke banyak desa dalam satu hari.
Contoh rute budaya di pusat Ubud
Kamu bisa mencoba rute:
Ubud Palace → Ubud Art Market → Taman Saraswati → Jalan Kajeng → Jalan Goutama → pertunjukan tari malam.
Rute ini cocok untuk wisatawan yang hanya punya satu hari untuk menjelajahi sisi budaya pusat Ubud.
Wisata Ubud dan Kintamani dalam Satu Perjalanan
Ubud dan Kintamani bisa digabungkan jika kamu memiliki waktu lebih panjang.
Keduanya menawarkan pengalaman berbeda.
Ubud lebih kuat dengan seni, budaya, desa dan kehidupan kreatif. Kintamani menawarkan lanskap pegunungan, Gunung Batur dan Danau Batur.
UNESCO memasukkan Pura Ulun Danu Batur dan Danau Batur dalam bagian dari Cultural Landscape of Bali Province yang berkaitan dengan sistem subak.
Contoh itinerary Ubud-Kintamani
Hari pertama:
- Ubud Palace
- Ubud Art Market
- Taman Saraswati
- Pertunjukan tari
Hari kedua:
- Tegallalang
- Kintamani
- Danau Batur
- Pura Ulun Danu Batur
Rute sebenarnya perlu disesuaikan dengan lokasi hotel, lalu lintas dan waktu yang tersedia.
Cafe di Ubud untuk Melengkapi Wisata Budaya
Cafe di Ubud dapat menjadi tempat istirahat setelah seharian berjalan.
Namun, jika fokus utama perjalanan kamu adalah budaya, jangan sampai itinerary berubah menjadi sekadar cafe hopping.
Pilih cafe yang berada dekat dengan destinasi yang akan dikunjungi agar waktu perjalanan lebih efisien.
Kapan waktu terbaik mampir ke cafe?
Pagi cocok untuk sarapan sebelum mulai berjalan.
Siang bisa digunakan untuk istirahat dari cuaca panas.
Sore cocok untuk bersantai setelah mengunjungi destinasi budaya.
Untuk menghemat biaya, periksa menu dan harga terlebih dahulu, terutama jika cafe memiliki konsep premium atau pemandangan khusus.
Tips Menikmati Wisata Budaya di Ubud
Wisata budaya membutuhkan sikap yang sedikit berbeda dibandingkan wisata biasa.
Kamu bukan hanya datang sebagai konsumen, tetapi juga sebagai tamu di lingkungan masyarakat yang memiliki tradisi sendiri.
1. Gunakan pakaian yang pantas
Ketika memasuki pura atau kawasan keagamaan, gunakan pakaian yang sopan dan ikuti aturan setempat.
Jika diperlukan, gunakan kain atau sarung yang disediakan.
2. Jangan mengganggu upacara
Jika menemukan upacara keagamaan, beri ruang kepada masyarakat.
Jangan berdiri di tengah prosesi hanya untuk mendapatkan foto.
3. Tanyakan sebelum memotret
Terutama jika ingin mengambil foto seseorang secara dekat.
4. Jangan menyentuh benda sakral
Tidak semua benda yang terlihat menarik secara visual boleh disentuh.
5. Jangan memasuki area terlarang
Patuhi papan informasi, pembatas dan instruksi petugas.
6. Jaga kebersihan
Bawa kembali sampah dan hindari merusak lingkungan.
Kapan Waktu Terbaik untuk Wisata Budaya Ubud?
Waktu terbaik tergantung aktivitas yang ingin kamu lakukan.
Untuk berjalan kaki, pagi hari biasanya lebih nyaman dibandingkan siang karena suhu belum terlalu panas.
Untuk pertunjukan tari, tentu kamu harus menyesuaikan dengan jadwal pertunjukan.
Untuk fotografi, pagi dan sore memberikan pencahayaan yang lebih lembut.
Bagaimana saat musim hujan?
Tetap bisa berwisata, tetapi siapkan rencana cadangan.
Museum, galeri dan beberapa aktivitas budaya dalam ruangan bisa menjadi alternatif ketika hujan turun.
Untuk destinasi outdoor seperti persawahan atau jalur berjalan kaki, perhatikan kondisi tanah agar tidak terpeleset.
FAQ Wisata Budaya Ubud
Apa saja wisata budaya Ubud yang wajib dikunjungi?
Beberapa pilihan utama adalah Ubud Palace, Taman Saraswati, Ubud Art Market, Sacred Monkey Forest Sanctuary, Museum Puri Lukisan, Desa Mas, Desa Batuan, Goa Gajah, Tirta Empul, Tegallalang Rice Terrace dan pertunjukan tari tradisional Bali.
Pilihan terbaik tergantung apakah kamu lebih tertarik pada sejarah, agama, seni, desa atau kehidupan masyarakat.
Apa yang membuat Ubud terkenal?
Ubud terkenal karena perpaduan budaya, seni dan lingkungan alamnya. Indonesia Travel menggambarkan Ubud sebagai kawasan yang kaya budaya sekaligus memiliki panorama persawahan dan suasana yang relatif tenang.
Apakah wisata budaya di Ubud hanya tentang pura?
Tidak.
Wisata budaya juga mencakup tari, musik, seni rupa, kerajinan, arsitektur, sejarah kerajaan, pasar tradisional, kuliner dan sistem pertanian seperti subak.
Apa tempat wisata budaya Ubud yang cocok untuk pemula?
Ubud Palace, Ubud Art Market dan Taman Saraswati merupakan pilihan praktis karena lokasinya berdekatan di pusat Ubud.
Kamu juga bisa menambahkan pertunjukan tari pada malam hari.
Apakah Ubud cocok untuk wisata keluarga?
Ya.
Keluarga bisa memilih museum, pasar, pertunjukan seni, kawasan pusat Ubud dan destinasi budaya yang tidak membutuhkan aktivitas fisik berat.
Namun, beberapa tempat memiliki tangga, jalur licin atau area yang ramai sehingga anak-anak tetap perlu diawasi.
Apa wisata budaya Ubud yang Instagramable?
Taman Saraswati, Ubud Palace, Ubud Art Market, Tegallalang Rice Terrace, Goa Gajah dan sejumlah kawasan tradisional di sekitar Ubud memiliki banyak elemen visual yang menarik.
Tetap prioritaskan etika ketika mengambil foto di tempat keagamaan.
Apakah Ubud dan Kintamani bisa dikunjungi dalam satu perjalanan?
Bisa.
Ubud dan Kintamani dapat dikombinasikan dalam itinerary Bali tengah, terutama jika kamu memiliki kendaraan dan waktu yang cukup.
Apakah ada wisata budaya Ubud yang gratis?
Ada beberapa tempat dan aktivitas yang dapat dinikmati tanpa tiket khusus, tetapi status akses dapat berbeda menurut lokasi dan area.
Jalan-jalan di pusat Ubud dan mengamati arsitektur dari ruang publik merupakan contoh aktivitas berbiaya rendah. Untuk pura, museum atau objek wisata tertentu, selalu periksa aturan dan tiket terbaru.
Apa hubungan Ubud dengan sistem subak?
Ubud berada di lingkungan budaya Bali yang tidak dapat dipisahkan dari hubungan antara masyarakat, pertanian, air dan kehidupan spiritual.
UNESCO mencatat bahwa sistem subak merupakan bagian penting dari lanskap budaya Bali dan berhubungan dengan filosofi Tri Hita Karana.
Kesimpulan
Wisata budaya Ubud merupakan pilihan tepat jika kamu ingin melihat Bali dari sisi yang lebih dalam. Bukan hanya pura dan bangunan tradisional, pengalaman budaya di Ubud juga mencakup tari, seni, kerajinan, sejarah kerajaan, pasar, desa, kuliner dan lanskap persawahan.
Beberapa destinasi yang bisa diprioritaskan antara lain Ubud Palace, Taman Saraswati, Ubud Art Market, Sacred Monkey Forest Sanctuary, Desa Mas, Goa Gajah, Tirta Empul, Tegallalang Rice Terrace dan pertunjukan tari tradisional.
Kalau waktu liburan terbatas, mulailah dari pusat Ubud. Setelah itu, lanjutkan perjalanan ke desa-desa dan kawasan di sekitar Ubud sesuai minat kamu.
Yang paling penting, nikmati wisata budaya Ubud dengan menghormati masyarakat dan tradisi lokal. Jangan hanya mengejar tempat wisata Ubud yang lagi hits atau spot Instagramable, tetapi luangkan waktu untuk memahami cerita dan makna di balik tempat yang kamu kunjungi.