Wisata mangrove Bali menawarkan sisi berbeda dari Pulau Dewata. Di kawasan Denpasar Selatan, wisatawan dapat berjalan di antara pepohonan bakau, mengamati satwa, belajar tentang konservasi, hingga menyusuri perairan dengan kano atau perahu. Simak panduan lengkap sebelum merencanakan kunjungan.
Bali memang identik dengan pantai, pura, sawah terasering, dan kawasan wisata populer seperti Ubud, Kuta, Seminyak, serta Nusa Dua. Akan tetapi, Pulau Dewata juga memiliki ekosistem pesisir yang menarik untuk dijelajahi, salah satunya kawasan hutan mangrove.
Wisata mangrove Bali cocok untuk wisatawan yang ingin melihat sisi lain Bali. Alih-alih menghabiskan waktu di kawasan wisata yang ramai, pengunjung dapat menikmati suasana hijau, berjalan di antara pepohonan bakau, mengamati burung, belajar tentang ekosistem pesisir, atau mencoba aktivitas menyusuri kawasan mangrove.
Salah satu kawasan yang paling dikenal adalah Taman Hutan Raya atau Tahura Ngurah Rai. Kawasan ini memiliki peran penting dalam konservasi pesisir Bali Selatan sekaligus menjadi habitat berbagai flora dan fauna. Pemerintah menyebut kawasan Tahura Mangrove Ngurah Rai memiliki luas sekitar 1.300 hektare serta menjadi habitat bagi 33 spesies mangrove dan sekitar 300 spesies fauna.
Wisata mangrove di Bali juga tidak terbatas pada pengalaman berjalan kaki. Ekowisata Mangrove Batu Lumbang di pesisir selatan Denpasar menawarkan konsep wisata susur mangrove yang dikelola melalui kemitraan konservasi dan memberikan pilihan aktivitas kano maupun boat.
Panduan berikut membahas lokasi, harga tiket, aktivitas, waktu terbaik, kelebihan, kekurangan, tips berkunjung, hingga rekomendasi itinerary agar perjalanan lebih mudah direncanakan.
Sekilas Tentang Wisata Mangrove Bali

Wisata mangrove Bali merupakan kegiatan wisata alam dan edukasi yang berpusat pada ekosistem hutan bakau. Salah satu kawasan utamanya berada di Bali Selatan, terutama di sekitar Tahura Ngurah Rai dan kawasan ekowisata berbasis masyarakat seperti Mangrove Batu Lumbang.
Mangrove merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi di lingkungan pesisir dan perairan payau. Keberadaannya bukan sekadar menciptakan pemandangan hijau. Ekosistem ini berperan sebagai habitat berbagai satwa, membantu melindungi kawasan pesisir, dan mendukung keseimbangan lingkungan.
Bagi wisatawan, daya tarik utamanya terletak pada pengalaman yang berbeda dari destinasi Bali pada umumnya. Kamu bisa menyusuri jalur di antara vegetasi mangrove, menikmati suasana alam, mengamati burung dan kehidupan pesisir, serta memahami bagaimana kawasan konservasi dikelola.
Karakter kunjungannya juga relatif fleksibel. Wisatawan dapat datang untuk kunjungan singkat sekitar satu sampai dua jam atau menggabungkannya dengan destinasi lain di Bali Selatan.
Di Mana Lokasi Wisata Mangrove Bali?
Kawasan wisata hutan mangrove yang paling dikenal berada di wilayah Bali Selatan. Tahura Ngurah Rai mencakup kawasan mangrove yang berhubungan dengan wilayah Denpasar dan Badung, sedangkan salah satu akses wisata yang banyak disebut berada di kawasan Suwung Kauh, Denpasar Selatan.
Lokasinya cukup strategis bagi wisatawan yang menginap di Denpasar, Sanur, Kuta, Jimbaran, dan Nusa Dua. Meski jarak pada peta terlihat dekat, waktu perjalanan tetap perlu memperhitungkan kondisi lalu lintas.
Ada dua pengalaman wisata mangrove yang perlu dibedakan.
1. Kawasan Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai
Tahura Ngurah Rai merupakan kawasan konservasi mangrove yang luas. Daya tarik wisata yang sering diasosiasikan dengan kawasan ini meliputi perjalanan di lingkungan hutan bakau, jalur untuk menikmati suasana mangrove, pengamatan alam, dan wisata edukasi.
Kawasan ini cocok bagi wisatawan yang mencari pengalaman alam yang tenang dan ingin mengenal fungsi mangrove secara lebih dekat.
2. Ekowisata Mangrove Batu Lumbang
Mangrove Batu Lumbang berada di pesisir selatan Kota Denpasar. Destinasi ini menawarkan pengalaman yang lebih berorientasi pada kegiatan menyusuri kawasan mangrove.
Wisatawan dapat memilih pengalaman menggunakan kano atau boat. Konsep seperti ini menarik karena pengunjung tidak hanya melihat vegetasi dari daratan, tetapi juga memperoleh perspektif berbeda dari jalur perairan.
Bagi keluarga, kelompok kecil, maupun wisatawan yang menyukai kegiatan outdoor ringan, aktivitas tersebut dapat menjadi pilihan menarik.
Harga Tiket Wisata Mangrove Bali
Informasi harga wisata mangrove Bali dapat berbeda berdasarkan pintu masuk, aktivitas yang dipilih, kategori pengunjung, dan kebijakan pengelola. Referensi resmi pariwisata Kota Denpasar menyebut tiket masuk Rp10.000 per orang untuk ekowisata Hutan Mangrove Bali yang dibahas pada halamannya.
Perlu diperhatikan bahwa harga aktivitas tambahan seperti kano, boat, tur berpemandu, atau program khusus dapat memiliki tarif tersendiri.
Karena terdapat lebih dari satu titik pengalaman wisata mangrove di kawasan Bali Selatan, jangan menganggap satu tarif berlaku untuk seluruh aktivitas atau seluruh pintu masuk.
Sebelum berangkat, sebaiknya lakukan tiga hal:
tentukan lokasi mangrove yang ingin dikunjungi;
cek jenis aktivitas yang ingin dilakukan;
konfirmasi harga dan operasional terbaru kepada pengelola.
Cara ini lebih aman dibanding hanya mengandalkan informasi harga dari artikel lama, terutama jika kamu ingin melakukan kegiatan khusus seperti tur perahu atau kano.
Jam Buka Wisata Mangrove Bali
Salah satu informasi pariwisata resmi Kota Denpasar mencantumkan jam operasional ekowisata Hutan Mangrove Bali setiap hari pukul 08.00–18.00 WITA.
Meski demikian, jam operasional dapat berubah karena pemeliharaan jalur, cuaca, kondisi pasang surut untuk aktivitas air, atau kebijakan pengelola.
Untuk pengalaman yang lebih nyaman, waktu kedatangan yang disarankan adalah pagi hari. Udara biasanya terasa lebih nyaman untuk berjalan dan cahaya matahari belum terlalu terik.
Sore hari juga menarik untuk fotografi, tetapi jangan datang terlalu dekat dengan waktu tutup. Kamu membutuhkan waktu untuk menikmati kawasan tanpa terburu-buru.
Apa Saja yang Bisa Dilakukan di Wisata Mangrove Bali?
Aktivitas wisata mangrove Bali tidak hanya berjalan dan berfoto. Bergantung pada lokasi dan layanan yang tersedia, wisatawan dapat menikmati kegiatan alam, edukasi, fotografi, hingga perjalanan menyusuri perairan.
Berikut beberapa aktivitas yang menarik.
Berjalan Menyusuri Kawasan Mangrove
Berjalan di lingkungan mangrove memberikan kesempatan untuk melihat struktur akar bakau, vegetasi pesisir, aliran air, serta berbagai kehidupan liar yang mungkin terlihat selama perjalanan.
Aktivitas ini paling cocok dilakukan dengan santai. Tidak perlu mengejar target untuk menyelesaikan perjalanan secepat mungkin.
Perhatikan suara burung, perubahan vegetasi, permukaan air, dan kehidupan kecil di sekitar akar mangrove. Pengalaman wisata alam sering kali lebih menarik ketika pengunjung benar-benar memperhatikan lingkungan di sekitarnya.
Mengamati Burung dan Satwa
Ekosistem mangrove menjadi habitat berbagai jenis fauna. Kawasan Tahura Ngurah Rai sendiri memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.
Pengamatan satwa membutuhkan kesabaran. Jangan berharap setiap hewan akan muncul tepat ketika kamu datang. Waktu, cuaca, tingkat keramaian, dan keberuntungan sangat memengaruhi pengalaman.
Jika tujuan utama adalah mengamati burung, pagi hari biasanya menjadi pilihan yang lebih nyaman. Bawalah teropong kecil jika memilikinya dan hindari suara berlebihan.
Naik Kano atau Boat
Aktivitas susur mangrove menjadi salah satu pengalaman menarik di Mangrove Batu Lumbang. Pengunjung dapat menjelajahi kawasan dengan kano atau boat sesuai layanan yang tersedia.
Dari permukaan air, perspektif terhadap hutan mangrove terasa berbeda. Pengunjung dapat melihat akar, jalur air, dan kepadatan vegetasi dari sudut yang tidak diperoleh ketika hanya berjalan kaki.
Untuk kegiatan air, ikuti instruksi keselamatan dari operator dan gunakan perlengkapan keselamatan yang disediakan.
Wisata Edukasi untuk Anak
Wisata hutan mangrove Bali dapat menjadi alternatif kegiatan edukasi untuk anak-anak. Mereka dapat diperkenalkan pada fungsi hutan bakau, kehidupan pesisir, pentingnya menjaga sampah, dan hubungan antara ekosistem darat dengan laut.
Agar kegiatan tidak terasa seperti pelajaran formal, orang tua dapat membuat aktivitas sederhana. Misalnya, mengajak anak mencari perbedaan bentuk akar, menghitung jenis burung yang terlihat, atau mendiskusikan mengapa sampah plastik berbahaya bagi ekosistem.
Fotografi Alam
Pepohonan mangrove, akar yang unik, jalur air, dan cahaya matahari yang masuk di antara dedaunan menciptakan banyak peluang fotografi.
Untuk hasil yang lebih menarik, datanglah ketika cahaya tidak terlalu keras. Pagi atau sore biasanya lebih nyaman untuk fotografi dibanding tengah hari.
Jangan meninggalkan jalur yang diperbolehkan hanya demi mendapatkan sudut foto. Keselamatan pengunjung dan perlindungan ekosistem harus tetap menjadi prioritas.
Mengapa Hutan Mangrove Bali Penting?
Hutan mangrove Bali bukan hanya objek wisata. Kawasan ini memiliki fungsi ekologis penting sebagai habitat flora dan fauna, pelindung kawasan pesisir, tempat pembelajaran lingkungan, serta bagian dari upaya konservasi ekosistem Bali Selatan.
Tahura Mangrove Ngurah Rai sering menjadi contoh penting upaya restorasi dan pengelolaan mangrove. Kawasan seluas sekitar 1.300 hektare tersebut dilaporkan menjadi habitat 33 spesies mangrove dan sekitar 300 spesies fauna.
Angka tersebut membantu menggambarkan bahwa kawasan mangrove bukan sekadar kumpulan pohon di tepi laut. Di dalamnya terdapat sistem kehidupan yang kompleks.
Mangrove juga berhubungan erat dengan ekosistem perairan. Akar yang rapat menciptakan lingkungan penting bagi berbagai organisme dan membantu menjaga karakter pesisir.
Bagi wisatawan, memahami fungsi ini membuat kunjungan terasa lebih bermakna. Tujuan perjalanan bukan hanya mendapatkan foto, tetapi juga mengenal salah satu ekosistem penting yang menopang kawasan pesisir.
Fasilitas yang Perlu Diperhatikan
Fasilitas wisata mangrove dapat berbeda antara satu lokasi dan lokasi lainnya. Karena itu, wisatawan sebaiknya memeriksa fasilitas berdasarkan titik kunjungan yang dipilih, bukan menganggap seluruh kawasan memiliki layanan yang sama.
Beberapa fasilitas atau layanan yang mungkin tersedia meliputi area parkir, jalur eksplorasi, tempat beristirahat, aktivitas perahu, kano, dan layanan pemandu.
Untuk kenyamanan, bawa air minum secukupnya. Gunakan pakaian yang ringan dan alas kaki nyaman. Jika berencana mengikuti kegiatan air, siapkan pakaian ganti dan pelindung barang elektronik.
Ketersediaan toilet, makanan, serta metode pembayaran juga sebaiknya diperiksa sebelum datang apabila hal tersebut penting bagi perjalananmu.
Waktu Terbaik Mengunjungi Wisata Mangrove Bali
Waktu terbaik mengunjungi wisata mangrove Bali adalah pagi hari ketika suhu relatif lebih nyaman untuk aktivitas berjalan. Sore hari dapat menjadi alternatif untuk menikmati cahaya yang lebih lembut, selama pengunjung memiliki cukup waktu sebelum operasional berakhir.
Hindari memilih waktu hanya berdasarkan kebutuhan foto. Pertimbangkan juga jenis aktivitas.
Jika ingin berjalan kaki, suhu udara menjadi pertimbangan utama. Jika ingin naik kano atau boat, kondisi cuaca dan operasional penyedia aktivitas lebih penting.
Pada musim hujan, siapkan perlengkapan yang sesuai. Jalur tertentu dapat terasa lebih lembap atau licin. Untuk aktivitas air, keputusan operator terkait kondisi cuaca dan keselamatan harus diikuti.
Berapa Lama Waktu Ideal untuk Berkunjung?
Untuk kunjungan santai, siapkan sekitar 1,5 hingga 3 jam. Durasi dapat menjadi lebih panjang apabila kamu mengikuti aktivitas kano, boat, tur edukasi, atau ingin melakukan fotografi dengan santai.
Wisatawan yang hanya ingin melihat suasana kawasan dapat mengalokasikan waktu lebih singkat.
Sebaliknya, pecinta alam dan fotografi sebaiknya tidak membuat jadwal terlalu padat. Menikmati kawasan mangrove membutuhkan tempo perjalanan yang lebih lambat dibanding mengunjungi objek wisata dengan satu atraksi utama.
Kelebihan Wisata Mangrove Bali
Kelebihan utama wisata mangrove Bali adalah pengalaman alam yang berbeda dari citra Bali yang didominasi pantai, pura, dan kawasan hiburan.
Destinasi ini juga relatif mudah dikombinasikan dengan perjalanan di Bali Selatan. Wisatawan dapat membuat itinerary yang menghubungkan kawasan mangrove dengan Sanur, Nusa Dua, atau perjalanan laut menuju pulau-pulau di sekitar Bali.
Nilai edukasinya juga kuat. Anak-anak maupun orang dewasa dapat belajar mengenai konservasi tanpa harus mengikuti kegiatan yang terlalu berat.
Bagi pencinta fotografi, kawasan mangrove memiliki karakter visual berbeda. Bentuk akar, refleksi air, burung, jalur perairan, dan vegetasi rapat menciptakan komposisi yang unik.
Kekurangan dan Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Wisata mangrove tidak cocok bagi wisatawan yang mengharapkan atraksi hiburan besar. Daya tariknya justru terletak pada ketenangan, ekosistem, dan pengalaman mengamati alam.
Cuaca panas dan kelembapan juga perlu dipertimbangkan. Datang pada tengah hari tanpa persiapan dapat membuat perjalanan berjalan kaki kurang nyaman.
Nyamuk dan serangga merupakan bagian alami dari lingkungan seperti ini. Gunakan perlindungan yang sesuai dan nyaman untuk aktivitas luar ruangan.
Informasi harga dan aktivitas di internet juga dapat membingungkan karena beberapa artikel menggunakan istilah Hutan Mangrove Bali, Tahura Ngurah Rai, Mangrove Information Centre, dan lokasi ekowisata lainnya tanpa penjelasan yang cukup.
Karena itu, pastikan kamu mengetahui titik tujuan sebelum berangkat.
Tips Berkunjung ke Tempat Wisata Mangrove Bali
Persiapan sederhana dapat membuat kunjungan jauh lebih nyaman.
Gunakan sepatu atau sandal yang aman untuk berjalan. Bawa air minum, topi, tabir surya, dan perlindungan dari serangga. Untuk kegiatan air, gunakan dry bag atau pelindung tahan air untuk ponsel dan barang berharga.
Jangan memetik tanaman, mengganggu satwa, memberi makan hewan liar, atau meninggalkan sampah.
Jika membawa anak, awasi mereka terutama di jalur yang dekat dengan air. Jangan biarkan anak berlari tanpa pengawasan.
Untuk fotografi, gunakan perlengkapan secukupnya. Membawa terlalu banyak peralatan justru dapat merepotkan jika kamu berencana naik kano atau perahu.
Terakhir, cek kondisi operasional sebelum berangkat. Langkah sederhana ini penting terutama bagi wisatawan yang datang dari kawasan cukup jauh.
Kesalahan Umum Saat Merencanakan Kunjungan
Kesalahan pertama adalah menganggap semua wisata mangrove di Bali menawarkan pengalaman yang sama. Ada lokasi yang lebih cocok untuk berjalan dan edukasi, sementara tempat lain lebih menarik untuk aktivitas susur mangrove.
Kesalahan kedua adalah datang saat matahari sangat terik tanpa membawa air minum dan pelindung matahari.
Kesalahan ketiga adalah membuat itinerary terlalu padat. Wisata mangrove lebih menyenangkan jika dinikmati tanpa terburu-buru.
Kesalahan berikutnya adalah hanya melihat harga tiket dasar tanpa memeriksa biaya kegiatan tambahan. Aktivitas perahu, kano, atau tur tertentu dapat memiliki harga terpisah.
Kesalahan terakhir adalah menggunakan informasi lama tanpa melakukan verifikasi. Jam buka, akses, fasilitas, dan harga dapat berubah.
Rekomendasi Itinerary Wisata Mangrove Bali
Wisata mangrove mudah dikombinasikan dengan destinasi lain, terutama bagi wisatawan yang memiliki waktu terbatas.
Itinerary Setengah Hari
Mulai perjalanan pada pagi hari dengan mengunjungi kawasan mangrove. Alokasikan sekitar dua jam untuk menikmati suasana, berjalan, berfoto, atau mengikuti aktivitas yang tersedia.
Setelah itu, perjalanan dapat dilanjutkan ke kawasan Sanur untuk makan siang dan menikmati suasana pesisir.
Itinerary Sehari di Bali Selatan
Pagi hari dapat digunakan untuk wisata mangrove. Setelah makan siang, lanjutkan perjalanan menuju Nusa Dua atau destinasi Bali Selatan lainnya.
Menjelang sore, pilih aktivitas pantai atau sunset cruise apabila ingin menutup perjalanan dengan suasana laut.
Kombinasi Bali dan Nusa Penida
Wisatawan yang memiliki beberapa hari di Bali dapat memisahkan perjalanan menjadi pengalaman ekosistem pesisir dan pengalaman laut.
Hari pertama digunakan untuk menjelajahi mangrove dan Bali Selatan. Hari berikutnya dapat dialokasikan untuk Nusa Penida atau Nusa Lembongan dengan private boat.
Kombinasi tersebut memberikan variasi pengalaman: hutan pesisir, laut terbuka, snorkeling, aktivitas perahu, dan wisata darat.
Rekomendasi Paket Wisata Laut Setelah Mengunjungi Mangrove Bali
Setelah menikmati ekosistem pesisir dari kawasan mangrove, perjalanan dapat dilanjutkan dengan pengalaman laut menuju Nusa Penida, Nusa Lembongan, Nusa Dua, atau destinasi lain sesuai paket yang dipilih.
Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Private Boat + Land Tour Package mulai Rp9.500.000 untuk maksimal 14 penumpang, Premium Private Boat + Land Tour Package Rp10.000.000, dan charter Nusa Penida atau Nusa Lembongan selama delapan jam mulai Rp16.500.000.
Wisatawan yang ingin menggabungkan snorkeling dan memancing dapat memilih Bali Rizio – Snorkeling & Fun Fishing Package seharga Rp13.000.000 untuk maksimal 12 penumpang.
Untuk perjalanan yang menggabungkan aktivitas laut dan darat Nusa Penida, tersedia Bali Rizio – Snorkeling, Fun Fishing & Land Tour dengan harga Rp14.000.000 untuk maksimal 10 penumpang.
Pilihan lainnya mencakup private fishing charter, diving package, sunset cruise Nusa Dua, hingga yacht charter untuk rombongan besar.
Pemilihan paket sebaiknya disesuaikan dengan jumlah peserta, aktivitas utama, durasi perjalanan, dan tingkat kenyamanan yang diinginkan.
Jika kamu merencanakan perjalanan setelah mengunjungi kawasan mangrove, lihat pilihan Bali Nusa Penida Tour Packages untuk menemukan private boat charter, snorkeling trip, diving, fishing charter, sunset cruise, dan kombinasi wisata laut serta darat.
Apakah Wisata Mangrove Bali Layak Dikunjungi?
Ya, wisata mangrove Bali layak dikunjungi terutama bagi wisatawan yang menyukai alam, fotografi, kegiatan keluarga, dan perjalanan edukatif. Tempat ini juga menjadi alternatif menarik jika kamu ingin melihat Bali dari perspektif yang berbeda.
Akan tetapi, ekspektasi perlu disesuaikan.
Ini bukan taman hiburan dengan atraksi buatan. Pengalaman terbaik datang dari menikmati suasana, mengamati lingkungan, mempelajari ekosistem, dan mengikuti aktivitas alam yang tersedia.
Jika kamu menyukai perjalanan dengan tempo lebih santai, wisata mangrove dapat menjadi tambahan itinerary yang menyenangkan.
FAQ Wisata Mangrove Bali
1. Di mana lokasi wisata mangrove Bali?
Salah satu kawasan mangrove paling dikenal berada di Bali Selatan dan berhubungan dengan kawasan Tahura Ngurah Rai. Wisatawan juga dapat mempertimbangkan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang di pesisir selatan Kota Denpasar.
2. Berapa harga tiket masuk Hutan Mangrove Bali?
Salah satu halaman resmi pariwisata Kota Denpasar mencantumkan tiket Rp10.000 per orang. Harga aktivitas tambahan, tur, kano, atau boat dapat berbeda. Sebaiknya cek kembali harga terbaru sebelum datang.
3. Jam berapa wisata mangrove Bali buka?
Informasi pariwisata Kota Denpasar mencantumkan operasional pukul 08.00 hingga 18.00 WITA untuk lokasi yang dibahas. Jam operasional dapat berubah sehingga verifikasi sebelum perjalanan tetap disarankan.
4. Apakah wisata mangrove Bali cocok untuk anak?
Ya. Wisata mangrove dapat menjadi kegiatan edukasi yang menarik untuk anak. Orang tua tetap perlu melakukan pengawasan, terutama di area dekat air dan saat mengikuti aktivitas kano atau boat.
5. Apa aktivitas terbaik di hutan mangrove Bali?
Aktivitasnya meliputi menikmati suasana hutan bakau, mengamati burung, fotografi, wisata edukasi, dan pada lokasi tertentu melakukan susur mangrove menggunakan kano atau boat.
6. Kapan waktu terbaik datang?
Pagi hari merupakan waktu yang nyaman untuk berjalan karena suhu biasanya belum terlalu panas. Sore hari cocok untuk fotografi, tetapi datanglah cukup awal sebelum waktu tutup.
7. Berapa lama waktu yang dibutuhkan?
Sekitar 1,5 sampai 3 jam cukup untuk kunjungan santai. Tambahkan waktu jika ingin mengikuti tur, naik kano, naik boat, atau melakukan fotografi lebih serius.
8. Apakah Tahura Ngurah Rai dan Hutan Mangrove Bali sama?
Istilah Hutan Mangrove Bali sering digunakan dalam artikel wisata untuk merujuk pada pengalaman wisata di kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai. Meski demikian, wisatawan perlu memastikan titik akses yang dituju karena kawasan konservasinya luas dan terdapat pengalaman ekowisata lain di sekitarnya.
9. Apa yang harus dibawa?
Bawalah air minum, topi, tabir surya, perlindungan dari serangga, dan alas kaki nyaman. Untuk aktivitas air, pertimbangkan membawa pakaian ganti dan pelindung tahan air untuk barang elektronik.
10. Bisakah wisata mangrove digabung dengan Nusa Penida?
Bisa. Wisata mangrove dapat dijadikan bagian dari itinerary Bali Selatan, sedangkan perjalanan ke Nusa Penida sebaiknya dialokasikan pada hari berbeda agar perjalanan tidak terlalu padat.
Kesimpulan
Wisata mangrove Bali menawarkan pengalaman yang berbeda dari destinasi populer Pulau Dewata. Pengunjung dapat mengenal ekosistem hutan bakau, menikmati suasana alam, mengamati kehidupan liar, mengikuti wisata edukasi, hingga menyusuri perairan dengan kano atau boat pada lokasi yang menyediakan aktivitas tersebut.
Tahura Ngurah Rai menjadi bagian penting dari bentang mangrove Bali Selatan, sementara Ekowisata Mangrove Batu Lumbang memberikan alternatif pengalaman berbasis kegiatan susur mangrove dan konservasi masyarakat.
Agar perjalanan nyaman, tentukan lokasi yang ingin dikunjungi, cek operasional terbaru, datang pada waktu yang tepat, dan sisakan waktu yang cukup untuk menikmati alam tanpa terburu-buru.
Jika ingin memperpanjang pengalaman menjelajahi alam Bali, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Nusa Penida, Nusa Lembongan, atau perairan Nusa Dua melalui pilihan private boat, snorkeling tour, diving trip, fishing charter, dan sunset cruise yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan.